Baliinyourhands.com - Sebelum akhir abad ke-20, masakan Bali yang kita kenal sekarang dulunya adalah sajian khusus untuk para bangsawan dan upacara besar. Sementara itu, keseharian masyarakat biasa lebih sederhana—beras dan sayur jadi menu utama, disantap santai sepanjang hari, biasanya setiap dua jam sekali atau yang disebut dauh.
Kadang-kadang dilengkapi buah-buahan seperti manggis dan durian, atau cemilan ekstrem seperti capung dan jangkrik goreng, serta sesekali daging.
Namun seiring meningkatnya kesejahteraan, masyarakat Bali mulai mengadopsi kuliner kerajaan sebagai hidangan sehari-hari mereka. Jauh lebih disukai dibandingkan makanan Barat yang mereka anggap nyam-nyam—alias hambar dan kurang bumbu. Walau begitu, selera wisatawan tetap jadi pertimbangan. Kalau dulu makanan disajikan pada suhu ruang, kini sebagian besar disajikan hangat atau bahkan panas.
Cabai yang biasanya melimpah ruah dalam masakan Bali juga dikurangi kalau untuk lidah tamu. Dan tentu saja, beberapa resep asli Bali mengalami penyesuaian—seperti kalong (kelelawar besar) dan trenggiling yang dulunya banyak diburu di hutan Bali, kini diganti dengan ayam. Daging dan darah penyu yang dulu dipakai untuk memperkaya cita rasa pun sekarang sudah dilarang.
Meski bahan-bahannya berubah, rempah-rempah Bali yang luar biasa tetap dipertahankan. Beberapa di antaranya bahkan hanya bisa ditemukan di sini, seperti kencur dan kunyit putih.
Teknik memasaknya pun masih mempertahankan tradisi lama. Jangan harap banyak melihat wajan—karena masakan tradisional Bali butuh waktu lama untuk dimarinasi dan dimasak perlahan, dibungkus daun pisang lalu dipanggang di tungku batu dengan sekam padi atau kulit kelapa sebagai bahan bakar.
Hasil akhirnya? Layak disajikan di meja raja!
5 Hidangan yang Wajib Kamu Coba (dan di mana mencicipinya)
Bebek Betutu
Hidangan bebek panggang lambat ini jadi favorit Raja Bali, Tjokorda Raka Kerthyasa. Sampai sekarang, sang raja masih mempertahankan dapur terbuka tradisional di istananya di Ubud, tempat ibundanya masih sering memasak bebek betutu.
Bebek dibungkus daun pisang, dimarinasi dengan bumbu ulek yang terdiri dari cabai merah, bawang putih, jahe, kunyit, kencur, terasi, dan perasan jeruk tangor, lalu dimasak di bara selama 12 jam. Kalau ingin merasakan versi autentiknya, coba pesan jamuan kerajaan di Hotel Tugu, Canggu.
Babi Guling
Babi muda yang dipanggang utuh dengan tusukan ini sudah jadi bagian dari upacara adat Bali sejak ribuan tahun lalu. Kunci rasa gurih dan aroma asap yang menggoda adalah di bumbu marinasi dan cara memanggangnya yang sabar.
Baca Juga: Teknik Cupping: Rahasia Menilai Kualitas Kopi Seperti Seorang Ahli