• Sabtu, 18 April 2026

Waduh! Orang Bunuh Diri Meningkat di Bali karena Kesehatan Mental Terganggu

Photo Author
Myrna Soeryo, BaliInYourHands.com
- Kamis, 10 April 2025 | 22:00 WIB
Gangguan bipolar salah satu penyebab bunuh diri di Bali (pexels/cottonbrostudios)
Gangguan bipolar salah satu penyebab bunuh diri di Bali (pexels/cottonbrostudios)

Baca Juga: Cita Rasa Nusantara yang Mendunia: Daftar Makanan dan Minuman Indonesia yang Laris di Amerika Serikat

Ia juga mendorong keterlibatan pemuka agama untuk memberikan pencerahan bahwa bunuh diri bukanlah solusi atas permasalahan. 

Selain itu, Ikatan Alumni Universitas Udayana (IKAYANA) mendorong pemerintah daerah untuk membuat peraturan daerah (Perda) yang fokus pada pencegahan dan penanganan bunuh diri.

Ketua IKAYANA, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, menekankan perlunya sistem terintegrasi yang melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, rumah sakit, organisasi kesehatan, dan layanan bantuan bunuh diri, dalam satu platform digital yang tidak menstigmatisasi. 

Baca Juga: Jejak Nusantara di Negeri Paman Sam: Barang Ekspor Indonesia yang Mendunia di Amerika Serikat

Peran Masyarakat

Masyarakat juga memiliki peran penting dalam pencegahan bunuh diri. Meningkatkan komunikasi dalam keluarga, saling mendengarkan, dan menerima kekurangan masing-masing adalah langkah awal yang dapat dilakukan.

Jika ada anggota keluarga atau teman yang menunjukkan tanda-tanda depresi atau keinginan untuk bunuh diri, segera ajak mereka berkonsultasi dengan profesional. Pengobatan dan psikoterapi tersedia dan dapat diakses melalui asuransi pemerintah seperti JKN dan BPJS Kesehatan. 

Tingginya angka bunuh diri di Bali merupakan cerminan kompleksitas permasalahan yang dihadapi masyarakat, mulai dari tekanan ekonomi, perubahan sosial, hingga keterbatasan akses layanan kesehatan jiwa.

Baca Juga: SBY Bongkar Presiden Prabowo Sedang Jalankan Misi 'Dual Track Strategy' untuk Hadapi Tarif Baru Impor AS: Kita Sudah Banyak Pengalaman

Diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan keluarga untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental dan mencegah tindakan bunuh diri.

Kesadaran kolektif dan tindakan nyata menjadi kunci dalam mengatasi krisis ini, agar Bali tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga kesejahteraan dan kesehatan mental warganya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Myrna Soeryo

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X