“Konsep kami adalah menghadirkan kedamaian dan keaslian Ubud kepada siapa saja yang datang, tidak hanya lewat makanan dan minuman, tapi juga suasana,” ujar salah satu perwakilan tim kreatif Kayun, tanpa menyebut nama.
Tersedia pula area semi-outdoor yang menghadap ke sawah kecil, tempat yang sempurna untuk menikmati matahari pagi sambil menyeruput Kopi dari Ibu atau menyantap sarapan sehat.
Ramah Digital dan Komunitas
Tak hanya menyasar wisatawan, Kayun Pure Ubud juga ingin menjadi rumah kedua bagi para digital nomad dan komunitas lokal. Fasilitas seperti Wi-Fi cepat, colokan di setiap meja, dan ruang tenang menjadikan tempat ini ideal untuk bekerja jarak jauh. Kafe ini juga berencana mengadakan sesi komunitas, seperti workshop kopi, yoga pagi, hingga sesi sharing bersama petani kopi lokal.
Tempat yang Menghangatkan, Seperti Rumah
Di tengah gemuruh perkembangan pariwisata dan tempat-tempat baru yang terus bermunculan, Kayun Pure Ubud hadir dengan pendekatan yang lebih dalam dan personal. Di sinilah tempat Anda bisa merasakan kopi dengan makna, makanan dengan kesadaran, dan ruang yang menyembuhkan. Promo sarapan Rp 55.000 hanya awal dari pengalaman yang lebih besar: kehangatan seperti di rumah, tapi di tengah sawah Ubud.
Artikel Terkait
5 Kafe Nyaman di Bali Untuk Bekerja Work From Anywhere
Es Pisang Ijo Enak dan Murah di Bakso Nuklir, Cuma Rp10 Ribu dan Cocok untuk Pencuci Mulut
Hanoi Kopi di Tukad Barito Denpasar: Sensasi Kopi Telur Hangat ala Vietnam sampai Pukul 2 Subuh
Red Dakoci x Sunfries, Restoran Ramen Fusion Korea Jepang yang Baru Buka di Level 21 Mall Denpasar Bali
Ravioli Renon: Warteg Masakan Italia di Bali yang Punya Pizza Oven, Playground, dan Co-Working Space
Ayam Guling Enakko Mengwi: Perpaduan Nasi Mandhi, Ayam Guling, dan Burger Keju yang Bikin Ketagihan