whats-new

Surga Rasa Asam Pedas: Jelajahi Aneka Rujak Bali di Warung Mesari,Renon Bali

Rabu, 30 April 2025 | 21:00 WIB
Rujak kuah pindang tersedia di Warung Mesari (Youtube/EmzyArdiwinata)

Baliinyourhands.com - Di tengah hiruk-pikuk kawasan Renon, Denpasar, terselip sebuah warung sederhana yang justru kian populer berkat satu hal: rujak.

Warung Mesari, yang berdiri di pinggir Jalan Tukad Yeh Aya, menjadi semacam "tempat ziarah rasa" bagi para pecinta kuliner khas Bali yang mengandalkan segar, pedas, dan asam sebagai ciri utama.

Bagi masyarakat Bali, rujak bukan sekadar camilan sore hari. Ia adalah bagian dari budaya makan, sering muncul dalam berbagai momen sosial—baik sebagai santapan ringan atau pelengkap acara adat. Maka tak heran, rujak memiliki banyak versi di Bali. Dan menariknya, hampir semua bisa ditemukan di Warung Mesari.

Baca Juga: Denpasar Kota dengan Standar Hidup Tertinggi di Indonesia: Apa Rahasia di Balik Angka Rp20,76 Juta per Kapita?

Rujak Gula Bali: Manis, Pedas, Menggoda

Salah satu menu yang paling sering dipesan adalah rujak gula Bali. Potongan buah segar seperti mangga muda, bengkuang, kedondong, nanas, dan jambu air disiram sambal gula merah yang legit namun pedas menggigit. Gula merah yang digunakan biasanya khas Bali, bertekstur pekat dan memiliki aroma smoky dari proses tradisionalnya.

“Rasanya itu unik. Ada manis, ada asam, terus langsung disambar pedas. Dan semua buahnya selalu segar,” ujar seorang pelanggan tetap yang enggan disebutkan namanya, ditemui saat mengantri.

Rujak Kuah Pindang: Gurih dan Beraroma Laut

Bagi penggemar rasa yang lebih kompleks, rujak kuah pindang adalah pilihan tak tergantikan. Rujak ini menggunakan kuah rebusan ikan pindang yang telah dibumbui bawang, cabe, dan jeruk limau. Rasa gurih laut yang lembut berpadu dengan buah-buahan segar menciptakan sensasi yang berbeda dan khas Bali sekali.

Baca Juga: Nasi Bejeg Khas Tabanan, Bali: Kuliner Unik yang Wajib Dicoba Pecinta Makanan Tradisional

Beberapa pelanggan bahkan menyebut rujak kuah pindang sebagai comfort food, karena mengingatkan mereka pada masa kecil di desa pesisir.

Rujak Bulung: Rumput Laut yang Naik Kelas

Pilihan lain yang tak kalah unik adalah rujak bulung—rujak berbahan dasar rumput laut jenis bulung boni atau bulung lempet, yang biasanya disajikan dengan sambal kelapa atau kuah pindang. Bulung yang kenyal memberikan tekstur berbeda, dan dipercaya baik untuk kesehatan kulit karena kandungan mineral lautnya.

“Bulung itu sering dianggap makanan sederhana, tapi di sini penyajiannya bersih dan enak banget. Bahkan banyak wisatawan yang sengaja coba karena penasaran,” ujar Ni Luh Putu Indrayani, seorang food blogger asal Denpasar yang mengulas banyak kuliner tradisional Bali.

Baca Juga: Baking Empire Viral dari Bali Kini Hadir di Gading Serpong dengan Blossom Cake dan Roti Premiumnya

Warung Mesari: Ramai Setiap Hari

Dengan konsep warung kaki lima yang bersih dan tertata, Warung Mesari menawarkan pengalaman makan yang santai tapi menggugah. Meja-meja kecil di bawah tenda selalu dipadati oleh pelanggan, mulai dari pegawai kantor hingga mahasiswa. Harga yang terjangkau dan rasa autentik membuat tempat ini jadi langganan banyak orang.

Menunya juga tidak terbatas pada rujak saja. Ada es daluman, tipat cantok, hingga jajan Bali seperti klepon dan laklak yang bisa jadi pelengkap setelah menyantap rujak pedas.

Halaman:

Tags

Terkini