Baliinyourhands.com - Ubud Food Festival (UFF) kembali hadir pada 30 Mei hingga 1 Juni 2025, menandai satu dekade perayaan kuliner Nusantara. Bertempat di Taman Kuliner Ubud, festival tahun ini mengusung tema “Heritage” atau “Warisan”, mengajak pengunjung menyelami kekayaan rasa dan tradisi kuliner Indonesia yang terus hidup dan berkembang.
Merayakan 10 Tahun Cita Rasa dan Tradisi
Didirikan pada 2015 oleh Janet DeNeefe, UFF telah menjadi panggung utama bagi para chef, produsen lokal, dan pecinta kuliner untuk bertemu dan berbagi cerita di balik setiap sajian.
Dalam pernyataannya, DeNeefe menyampaikan bahwa tahun ini festival ingin menghormati tradisi kuliner Indonesia dengan mengapresiasi cita rasa, teknik, dan kisah yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Baca Juga: Parfum Vegan Bali Berbahan Tumbuhan Yang Aromanya Menyesuaikan Mood Saat Kulit Terpapar Suhu Tubuh
Sorotan Festival: Dari Pasar Rakyat hingga Panggung Inovasi
UFF 2025 menawarkan beragam program yang memanjakan indera dan pikiran:
-
Food Market Gratis: Lebih dari 70 stan menyajikan jajanan kaki lima khas Indonesia, dari sate lilit Bali hingga kuah ikan asam dari Papua. Pasar ini menjadi tempat berkumpulnya para produsen lokal dan pengunjung untuk berbagi rasa dan cerita.
-
Masterclass: Sesi interaktif bersama chef ternama yang membagikan tips dan teknik memasak, mulai dari resep tradisional hingga kreasi modern.
-
Teater Kuliner: Demo memasak langsung di panggung, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menyaksikan proses pembuatan hidangan ikonik dan berinteraksi langsung dengan para chef.
-
Food for Thought: Diskusi panel yang menghadirkan aktivis lingkungan, petani, dan pelaku industri makanan untuk membahas isu keberlanjutan dan masa depan kuliner Indonesia.
Baca Juga: Samsam Ganas Pan Aplus: Sensasi Kuliner Khas Bali di Tengah Hutan Sangeh
Menjelajah Rasa Lewat Tur Kuliner
Bagi yang ingin merasakan pengalaman lebih mendalam, UFF 2025 juga menghadirkan berbagai tur kuliner:
-
Ubud Behind the Scenes: Menelusuri kehidupan pagi hari di Ubud, mengunjungi warung-warung lokal dan pasar tradisional.
-
Taste of Tabanan Tour: Mengenal proses pembuatan tuak jaka dan menikmati pemandangan alam Tabanan yang memukau.
-
Foraging and Arak Tour di Hutan Batukaru: Menjelajahi hutan hujan Batukaru dan mengenal lebih dekat dengan produksi arak tradisional Bali.
Artikel Terkait
Art & Bali 2025: Art Fair Internasional Pertama di Bali dengan Konsep yang Berbeda di Nuanu Creative City
The Vamps Siap Gegerkan Justice Art Festival #9 x blackarnoldyfestival: Antara Pop Rock, Energi, dan Evolusi Musik
Bali Spirit Festival 2025: Perayaan Jiwa di Jantung Ubud