• Sabtu, 18 April 2026

Revolusi Pewarna Rambut! Kulit Mangga Bali Diklaim Bisa Gantikan Hair Dye Kimia?

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Minggu, 16 Maret 2025 | 10:30 WIB
Kulit Mangga dapat menggantikan Hair Dye Kimia (batamday.com)
Kulit Mangga dapat menggantikan Hair Dye Kimia (batamday.com)

Bali In Your Hands -Tren kembali ke bahan alami semakin diminati, terutama dalam dunia kecantikan. Kini, muncul klaim bahwa kulit mangga Bali memiliki potensi sebagai pewarna rambut alami yang mampu menggantikan hair dye berbahan kimia.

Jika benar, inovasi ini bisa menjadi terobosan bagi mereka yang ingin tampil gaya tanpa khawatir akan efek samping dari zat kimia yang biasa terdapat dalam pewarna rambut konvensional.

Mangga Bali dikenal memiliki kulit dengan pigmen alami yang cukup pekat. Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa ekstrak dari kulit mangga ini mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang berpotensi memberikan warna pada rambut.

Baca Juga: Taukah Kamu Ngerebeg Tegalalang?Ritual Mistis Anak-Anak Bertopeng Daun Pisang untuk Menolak Bala di Bali

Dalam uji coba sederhana, rebusan kulit mangga Bali menghasilkan cairan dengan warna kecokelatan yang tampak menyerap ke dalam serat rambut, mirip dengan efek pewarnaan dari daun pacar atau henna.

Tidak hanya sebagai pewarna, ekstrak kulit mangga juga diyakini memiliki manfaat lain bagi kesehatan rambut.

Kandungan antioksidan dalam kulit mangga dapat membantu melindungi rambut dari paparan radikal bebas, sementara sifat antibakterinya berpotensi menjaga kebersihan kulit kepala.

Selain itu, beberapa pengguna yang telah mencoba metode ini melaporkan rambut terasa lebih lembut dan tampak lebih sehat setelah menggunakan pewarna alami ini secara rutin.

Namun, efektivitas pewarnaan dari kulit mangga Bali masih menjadi perdebatan. Salah satu tantangan terbesar adalah daya tahan warna yang dihasilkan.

Baca Juga: 7 Langkah Cerdas Menghadapi AI Panduan Karier di Era Teknologi Canggih

Berbeda dengan pewarna kimia yang dapat bertahan hingga beberapa minggu, hasil dari pewarna alami umumnya lebih cepat memudar dan perlu diaplikasikan berulang kali agar warna tetap intens.

Selain itu, hasil pewarnaan juga bisa bervariasi tergantung pada warna asli rambut dan teknik aplikasinya.

Meski demikian, minat terhadap pewarna alami terus meningkat, terutama di kalangan mereka yang ingin menghindari bahan kimia berbahaya seperti amonia dan paraben dalam produk pewarna rambut konvensional.

Jika riset lebih lanjut dapat membuktikan efektivitas dan daya tahan warna dari kulit mangga Bali, bukan tidak mungkin bahan alami ini menjadi alternatif yang semakin populer di masa depan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Tags

Terkini

3 Rekomendasi Rasa Italia Harga Warung Di Denpasar

Sabtu, 11 April 2026 | 20:18 WIB
X