• Sabtu, 18 April 2026

Tari Payembrama Bali Penebar Energi Penyambutan dan Simbol Pengharmoni Alam

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Senin, 28 April 2025 | 10:20 WIB
Tari Payembrama merupakan tarian yang mempunyai nilai sakral (www.detik.com)
Tari Payembrama merupakan tarian yang mempunyai nilai sakral (www.detik.com)

 

Bali In Your Hands - Setiap gerakan dalam tari Payembrama bukan sekadar penghormatan untuk tamu, tetapi juga dipercaya membawa energi penyucian dalam ruang acara.

Tarian ini lahir dari niat luhur untuk menciptakan suasana harmonis antara manusia, alam, dan kekuatan tak kasatmata yang diyakini hadir dalam setiap pertemuan suci di Bali.

Diciptakan oleh maestro tari I Nyoman Kaler dan tabuhnya digarap oleh I Wayan Bratha, tari Payembrama pertama kali dipersembahkan pada Perayaan Pandan tahun 1971.

Baca Juga: Tari Payembrama Bali Penebar Energi Penyambutan dan Simbol Pengharmoni Alam

Sejak itu, tarian ini menyebar ke seluruh Bali sebagai simbol penyambutan yang penuh makna, diajarkan di sekolah-sekolah tari, banjar, dan sanggar sebagai fondasi seni gerak Bali yang sarat nilai spiritual.

Para penari mengenakan kamen keemasan dan hiasan bunga di rambut, membawa bokor berisi bunga harum yang ditaburkan ke depan penonton.

Menurut kepercayaan masyarakat Bali, bunga-bunga ini bukan hanya lambang keindahan, tetapi juga sarana persembahan kepada roh penjaga tempat, memohon kelancaran acara dan keselamatan seluruh hadirin. Setiap taburan bunga membawa vibrasi syukur dan harapan baik.

Baca Juga: Jejak Misterius Tari Sakral Anak Anak Di Desa Tenganan Bali Yang Hanya Ditarikan Saat Upacara Warisan Leluhur

Sisi mistis Payembrama terasa saat para penari bergerak serempak, seakan menghantarkan doa-doa dalam wujud gerakan. Kehadiran tarian ini dipercaya membuka portal energi positif yang mengharmoniskan hubungan manusia dengan alam semesta.

Oleh masyarakat Bali, Payembrama dianggap sebagai bentuk komunikasi halus antara dunia nyata dan dunia roh.

Tari Payembrama mengajarkan bahwa sambutan terbaik bukan hanya lewat kata, tetapi lewat gerakan tulus yang meresap hingga ke alam bawah sadar, menyatukan hati manusia dan semesta dalam keindahan gerak dan rasa syukur.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: Beberapa Media

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X