Di tengah gempuran modernisasi, pasar seperti Bungaya menjadi pengingat bahwa kehidupan sederhana dengan interaksi hangat masih bisa ditemukan. Untuk mereka yang mencari pengalaman berbeda dari keriuhan wisata Bali Selatan, Pasar Bungaya bisa menjadi destinasi kecil namun penuh cerita.
Pasar Bungaya di Bebandem, Karangasem, mungkin tidak ramai, namun tetap layak disinggahi bagi pecinta kuliner lokal. Dengan Rp 10 ribu, pengunjung sudah bisa menikmati sate sapi dan lontong yang mengenyangkan. Syaratnya hanya satu: jangan datang terlalu malam, karena setelah pukul 20.30 pasar sudah kembali lengang, menutup harinya dalam sunyi yang khas Bali Timur.***
Artikel Terkait
Ritual Dan Spiritual Pasar Bali Menyimpan Tradisi Mistis Dan Kehidupan Sehari Hari
Pasar Bungaya Karangasem: Sepi Tapi Tetap Hidup dengan Kuliner Malam Murah Meriah
UMKM Kerajinan Kayu Bali Tumbuh Pesat Berkat Pasar Ekspor
Taukah Kamu, Kelebihan Kopi Arabika Kintamani Bali Yang Paling Diminati Pasar Ekspor Dunia