Baliinyourhands.com - Pembukuan yang benar, diperlukan untuk pengusaha UMKM, salah satunya untuk mengembangkan bisnis maupun mengetahui jumlah uang yang masuk dan keluar.
Apalagi masih ada anggapan kalau melakukan pembukuan itu harus mempunyai aplikasi khusus yang bisa diakses di komputer ataupun HP. Padahal kita bisa melakukan pencatatan simpel dengan modal buku dan alat tulis lho.
Ketika melakukan pembukuan secara manual, maka perhatikan hal-hal berikut ini untuk memastikan bahwa pembukuan kita dilakukan secara akurat.
Baca Juga: Ini Dia 5 Hal Yang Membuat Pencatatan Keuangan Menjadi Penting Buat UMKM Kamu
1. Melakukan pencatatan transaksi secara rutin
Disiplin mencatat setiap transaksi pemasukan dan pengeluaran yang terjadi. Sebisa mungkin langsung catat begitu transaksi terjadi.
Dengan kedisiplinan mencatat, kita tidak perlu mengingat transaksi yang sudah lama terjadi. Hasilnya pembukuan kita bisa jadi tidak akurat.
Makanya rajin mencatat transaksi ya.
Baca Juga: Maksimalkan Potensi Bisnis Skala Kecil dengan ChatGPT Prompt Melalui Konten Behind The Scenes
2. Mengumpulkan dan menyimpan bukti transaksi
Jangan lupa untuk menyimpan semua bukti transaksi, baik nota pembelian atau struk penjualan. Susun berdasarkan jenis transaksi dan urutan tanggal.
Simpan semua bukti itu dalam sebuah map atau folder dan taruh di tempat aman. Dokumen ini akan sangat berguna untuk memastikan akurasi pencatatan, menjadi acuan jika ditemukan ketidaksesuaian, dan membantu saat pelaporan pajak.
3. Buat format sederhana
Agar pembukuan mudah dimengerti, buat kolom-kolom berisikan tanggal transaksi, keterangan transaksi, pemasukan (debit), pengeluaran (kredit), dan saldo. Format sederhana ini akan memudahkan membaca dan menganalisis keuangan bisnis.
Seiring dengan berkembangnya bisnis kita, tidak ada salahnya kita mempekerjakan seorang admin keuangan agar proses pencatatan ini tidak berhenti. Dengan pembukuan yang rapi, kita bisa membuat keputusan bisnis dengan data keuangan yang akurat.