Baliinyourhands.com - Dari gang kecil di Ubud yang dipenuhi aroma dupa dan bunga kamboja, hingga jalanan sibuk di jantung Melbourne dan Seoul, Jabarano Coffee perlahan tapi pasti menjelma menjadi simbol baru kopi Indonesia yang mendunia.
Lahir dari akar tanah Pasundan, nama "Jabarano" sendiri merupakan gabungan kata "Jabar" (Jawa Barat) dan "Americano" — memberi isyarat bahwa ini bukan sekadar kopi, tapi identitas budaya yang diseduh dalam setiap cangkir.
Salah satu gerai paling ikoniknya terletak di Jl Goutama, Ubud. Jalan sempit yang biasanya hanya dilalui pejalan kaki itu kini memiliki daya tarik tersendiri dengan hadirnya kedai Jabarano.
Interiornya sederhana namun elegan, memadukan unsur bambu dan bata ekspos, menciptakan suasana tropis yang kontras namun harmonis dengan musik ambient dan aroma kopi yang menenangkan.
“Jabarano bukan hanya tempat ngopi. Ini adalah tempat di mana cerita dan rasa bertemu,” ungkap Adrian Suryatama, Co-Founder Jabarano Coffee yang juga merupakan barista berpengalaman lebih dari satu dekade.
Ia menjelaskan bahwa filosofi Jabarano terletak pada akar lokalitas dan keterbukaan global — sebuah pendekatan yang berhasil menarik komunitas pecinta kopi dari berbagai negara.
Baca Juga: Asal Usul Easter Bunny: Simbol Kemeriahan Paskah yang Penuh Makna Di Balik Kelucuannya
Kopi yang ditawarkan pun tak main-main. Semua biji berasal dari petani di Jawa Barat, khususnya dari kawasan Gunung Puntang dan Papandayan.
Diproses dengan metode honey dan natural, lalu dipanggang secara hati-hati agar menghasilkan rasa yang kompleks namun tetap ramah di lidah — perpaduan cita rasa floral, cokelat, dan sedikit asam segar yang membuat setiap tegukan seperti perjalanan.
Keberhasilan Jabarano di Bali membuka jalan untuk ekspansi ke luar negeri. Di Melbourne, salah satu kota dengan budaya kopi paling kuat di dunia, Jabarano justru menemukan pasar yang haus akan “kopi dengan cerita.”
Baca Juga: 7 Gereja dan Tempat Ibadah Paskah Terindah di Bali, Kamu Besok Bisa Ibadah di Sini
Gerai mereka di Fitzroy tampil nyentrik dengan nuansa industrial yang dipadukan dengan mural batik dan aroma rempah khas Indonesia.
“Orang Australia sangat menghargai transparansi dan proses. Saat mereka tahu kopi ini berasal dari kebun kecil di Garut dan dikelola langsung oleh petani yang kami bina, mereka langsung jatuh cinta,” ujar Adrian.