Baliinyourhands.com - Bali tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata pantai dan spiritual, tapi juga surga bagi para pencinta alam yang ingin menjajal kegiatan trekking. Menariknya, banyak jalur trekking di Pulau Dewata yang ramah bagi pemula.
Tidak perlu pengalaman khusus atau perlengkapan berat—cukup sepatu nyaman dan semangat menikmati keindahan alam Bali. Berikut ini tujuh rekomendasi tempat trekking di Bali yang cocok bagi pemula.
1. Bukit Campuhan – Ubud
Dikenal sebagai “Campuhan Ridge Walk,” jalur ini adalah pilihan sempurna bagi mereka yang baru pertama kali trekking. Terletak di jantung Ubud, jalur sepanjang 2 kilometer ini menawarkan pemandangan lembah, ilalang, dan hamparan sawah. Medannya relatif datar dan bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari satu jam. Cocok untuk relaksasi pagi sambil menghirup udara segar khas Ubud.
2. Hutan Mangrove – Sanur
Trekking di hutan mangrove? Kenapa tidak. Di kawasan konservasi mangrove dekat Sanur, pengunjung bisa menyusuri jalur kayu sepanjang hampir 2 kilometer yang membelah rimbunnya vegetasi bakau. Medannya sangat ramah bagi pemula, bahkan cocok untuk anak-anak. Jalur ini menawarkan suasana tenang dan menyegarkan, jauh dari keramaian turis.
3. Bukit Asah – Karangasem
Bukit Asah di Desa Bugbug, Karangasem, adalah tempat ideal untuk trekking ringan dengan pemandangan laut lepas. Jalurnya pendek, sekitar 20-30 menit berjalan kaki menanjak menuju bukit, namun hadiahnya luar biasa: panorama dramatis Samudera Hindia dan semilir angin yang sejuk. Cocok untuk trekking sore menjelang matahari terbenam.
4. Danau Buyan ke Danau Tamblingan – Buleleng
Trekking di jalur antara Danau Buyan dan Danau Tamblingan menawarkan pengalaman menyusuri hutan tropis yang rimbun. Jalurnya tidak terlalu menanjak dan bisa ditempuh dalam 1,5–2 jam. Terdapat juga opsi menyebrang danau dengan perahu kayu tradisional. Kawasan ini berada di ketinggian, jadi cuacanya sejuk dan menyenangkan untuk berjalan kaki.
Baca Juga: Wisata Medis di Sanur Bali: Destinasi Kesehatan Berkualitas di Tengah Nuansa Tropis
5. Desa Pinggan – Kintamani
Meskipun lebih dikenal sebagai tempat berburu sunrise, Desa Pinggan juga menawarkan jalur trekking ringan di area perbukitan sekitar. Jalurnya relatif datar dan aman, dengan pemandangan Gunung Batur yang megah sebagai latar belakang. Waktu terbaik untuk trekking di sini adalah pagi hari, saat kabut masih menggantung dan cahaya matahari lembut menyapa.
6. Tegalalang Rice Terrace – Ubud
Sawah berundak Tegalalang bukan hanya ikon fotografi Bali, tapi juga lokasi ideal untuk trekking singkat. Pengunjung bisa menyusuri jalan setapak di antara teras sawah, menyebrangi jembatan bambu, dan menikmati suasana pedesaan yang otentik. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi atau sore hari untuk menghindari panas terik.
7. Sambangan Secret Garden – Buleleng
Terletak di bagian utara Bali, Sambangan Secret Garden menyuguhkan kombinasi trekking ringan dan eksplorasi air terjun. Jalur sejauh 2–3 kilometer akan membawa pengunjung melewati hutan tropis, persawahan, dan tujuh air terjun yang memesona. Cocok untuk pemula yang ingin merasakan petualangan alam tanpa perlu mendaki curam.
Menurut pelatih kebugaran sekaligus pendaki rekreasional di Bali, aktivitas trekking ringan bisa menjadi cara ideal untuk mengembalikan energi dan menjaga kesehatan mental. “Bali menawarkan banyak spot alami yang bisa diakses siapa saja, tidak harus atlet atau pendaki profesional,” ujarnya.
Sebelum memulai, penting untuk mempersiapkan fisik ringan, membawa cukup air, menggunakan alas kaki yang nyaman, serta mengecek cuaca. Beberapa lokasi juga menyediakan pemandu lokal, yang sangat disarankan untuk pendatang atau pendaki pertama kali.
Dengan jalur-jalur yang relatif mudah, pemandangan menakjubkan, serta udara segar khas Bali, trekking bisa menjadi pilihan aktivitas alternatif selain berjemur di pantai atau wisata kuliner. Siap mencoba? Trekking di Bali menanti langkah pertamamu.
Artikel Terkait
Hidup dalam Ritme Alam: Tren Slow Living dan Mindfulness yang Kian Digemari di Tengah Keramaian Hidup
Slow Living ala Hollywood: Saat Bintang Berpaling ke Kehidupan yang Lebih Hening Demi Kedamaian
Mengungkap Tirta Empul: Pemandian Suci Bali yang Terkait Legenda Dewa Indra dan Raja Mayadenawa
Tampak Siring: Jejak Kaki Dewa, Air Suci, dan Bayang-Bayang Mayadenawa
Bali Beyond Travel Fair 2025 Gerbang Baru Menuju Wisata Hijau Indonesia Mendunia