Baliinyourhands.com - Setiap bulan September, dunia memperingati Bulan Pencegahan Bunuh Diri atau Suicide Prevention Month. Momen ini hadir sebagai pengingat bahwa isu kesehatan mental adalah sesuatu yang nyata, dekat, dan bisa menimpa siapa saja.
Menurut data World Health Organization (WHO), setiap tahun lebih dari 700 ribu orang di dunia meninggal karena bunuh diri, menjadikannya salah satu penyebab kematian terbesar di kalangan remaja dan dewasa muda.
Peringatan ini dimulai dengan adanya Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia yang jatuh setiap 10 September. Dari sana, bulan September kemudian dijadikan sebagai bulan penuh kesadaran, dengan tujuan membuka ruang diskusi, mengurangi stigma, serta meningkatkan dukungan bagi mereka yang sedang berjuang dengan kesehatan mentalnya.
Mengapa September Penting?
Pemilihan September bukan hanya soal penanggalan, melainkan momentum global untuk mengangkat suara bersama. Organisasi kesehatan internasional, komunitas, hingga individu memanfaatkan bulan ini untuk menyebarkan pesan bahwa bunuh diri bisa dicegah dengan dukungan yang tepat.
Kampanye ini juga bertujuan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap sinyal bahaya, seperti perubahan perilaku, ekspresi keputusasaan, atau menarik diri dari lingkungan.
Lebih jauh, September memberi kesempatan bagi keluarga, sekolah, institusi, dan tempat kerja untuk melakukan refleksi: sudahkah kita menciptakan lingkungan yang aman, terbuka, dan mendukung kesehatan mental?
Baca Juga: Kang Abuy Coffee & Eatery: Tempat Nongkrong 24 Jam Favorit Anak Muda di Kuta Bali
Apa yang Bisa Dilakukan untuk Memperingatinya?
-
Ikut dalam kampanye kesadaran
Banyak organisasi kesehatan mental, baik global maupun lokal, mengadakan kampanye di media sosial dengan tanda pagar seperti #SuicidePrevention atau #MentalHealthMatters. Mengikuti dan menyebarkan pesan positif adalah cara sederhana namun berdampak besar. -
Membangun percakapan sehat
Salah satu kunci pencegahan adalah berani bicara. Mengajak teman atau anggota keluarga untuk saling berbagi perasaan dapat membantu mereka merasa tidak sendirian. Kalimat sederhana seperti, “Aku ada kalau kamu butuh teman cerita,” bisa menjadi penguat. -
Mengikuti seminar atau workshop kesehatan mental
Banyak komunitas dan universitas mengadakan diskusi terbuka, kelas meditasi, atau pelatihan first aid kesehatan mental di bulan ini. Aktivitas ini membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bagaimana mendampingi orang yang sedang berjuang. -
Menyalakan lilin atau mengenakan pita kuning
Di berbagai negara, pita kuning menjadi simbol dukungan untuk pencegahan bunuh diri. Menyalakan lilin atau mengenakan pita ini di pakaian sehari-hari dapat menjadi bentuk solidaritas dan cara menghormati mereka yang telah pergi terlalu cepat. -
Merawat diri sendiri
Tidak kalah penting, memperingati bulan ini juga berarti mengingatkan diri untuk menjaga kesehatan mental pribadi. Tidur cukup, olahraga, dan mengambil jeda dari kesibukan adalah langkah nyata untuk mencegah kelelahan emosional.
Saatnya Lebih Peka
Membicarakan bunuh diri sering kali dianggap tabu. Padahal, diam justru memperbesar jarak bagi mereka yang membutuhkan pertolongan. Bulan September hadir untuk mematahkan stigma tersebut. Semakin banyak orang sadar, semakin besar peluang untuk mencegah kehilangan yang seharusnya tidak perlu terjadi.