• Sabtu, 18 April 2026

Liburan Panjang Wisatawan Padati Pulau Dewata Tapi Hotel Tetap Sepi? Simak Ini Alasannya!

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Kamis, 17 April 2025 | 09:00 WIB
Wisatawan penuhi Bali saat libur panjang tapi hotel tetap sepi diduga karena penginapan ilegal yang tak tercatat pajak (diaribali.com)
Wisatawan penuhi Bali saat libur panjang tapi hotel tetap sepi diduga karena penginapan ilegal yang tak tercatat pajak (diaribali.com)


Bali In Your Hands - Ribuan wisatawan membanjiri Pulau Bali selama libur panjang April ini. Bandara dipenuhi kedatangan internasional dan domestik.

Lalu lintas padat dari Kuta hingga Ubud, beach club penuh antrean, namun hotel-hotel besar tetap mencatatkan okupansi rendah. Fenomena ini membuat publik bertanya, ke mana para turis sebenarnya menginap.

Baca Juga: Daftar 10 Destinasi Wisata Menarik di Abiansemal Badung, Bali

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang menyoroti fenomena wisatawan menginap di akomodasi ilegal, "Kunjungan wisatawan meningkat, tapi okupansi hotel tidak sesuai harapan. Artinya ada apa? Maka salah satu kecurigaan kami adalah banyak tamu-tamu kita nginap di tempat-tempat yang bukan hotel," ujar Adi Arnawa di Kantor Bupati Badung pada Selasa, 8 April 2025

Berdasarkan pengamatan di lapangan dan laporan tak resmi, banyak wisatawan memilih menginap di vila tanpa izin operasional. Beberapa vila tersebut tidak tercatat sebagai wajib pajak dan beroperasi tanpa standar layanan yang seharusnya dipenuhi.

Baca Juga: Warisan Ketut Liyer: Di Balik Senyuman Sang Penjaga Rahasia Bali

Hal ini membuat pendapatan daerah dari sektor pariwisata justru stagnan meski angka kunjungan meningkat signifikan.

"Di samping juga kualitas turis yang datang juga dipertanyakan. Jangan-jangan tidak mampu tidur di hotel berbintang sehingga tidur di tempat seadanya, kos-kosan dan sebagainya. Nah ini juga hati-hati," imbuhnya

Kutipan ini dilansir dari artikel di detikBali yang membahas tentang dugaan wisatawan asing lebih memilih menginap di kos-kosan daripada hotel berbintang.

Baca Juga: Flora Christin: Berselancar Cantik Dengan Kebaya di Bali

Masalah ini bukan hanya sekadar pelanggaran administratif. Maraknya penginapan ilegal berdampak langsung pada ketimpangan ekonomi di sektor akomodasi. Hotel-hotel yang telah berinvestasi besar dan taat pajak justru kehilangan pangsa pasar.

Sementara vila tanpa izin beroperasi di balik platform digital dengan harga yang lebih rendah namun tanpa jaminan standar layanan. Pemerintah diminta melakukan audit menyeluruh terhadap penginapan yang tidak terdaftar secara resmi.

Baca Juga: Bali Spirit Festival 2025: Perayaan Jiwa di Jantung Ubud

Sektor pariwisata tidak hanya tentang ramai dan penuh, tetapi juga tentang keadilan, regulasi, dan keberlanjutan. Jika penginapan ilegal terus dibiarkan, maka yang hilang bukan hanya pajak, tetapi juga kepercayaan dan keseimbangan dalam industri yang menopang Bali selama puluhan tahun.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: Detik.com, Beberapa Media

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X