• Sabtu, 18 April 2026

Kisah Inspiratif Pemilik Bisnis Roti di Malang "BestDough Bakery": Omzet Sempat Jatuh 2 Tahun, Lalu Bangkit 750 Persen

Photo Author
Myrna Soeryo, BaliInYourHands.com
- Rabu, 20 Agustus 2025 | 12:00 WIB
Ilustrasi toko roti (Canva/PhotoApp)
Ilustrasi toko roti (Canva/PhotoApp)

Baliinyourhands.comHegi Harjoyo, seorang pria asal Malang berusia 42 tahun, tidak pernah menyangka bisnis rotinya bisa mencapai rekor omzet yang mengesankan. 

Dalam siniar YouTube Helmy Yahya Bicara yang dipublikasikan pada 15 Agustus 2025, Hegi mengungkap perjalanan bisnis itu bermula dari nol pada tahun 2020. 

Kala itu, Hegi bersama istrinya membangun bisnis roti "BestDough Bakery" dengan penuh perjuangan.

Awalnya, Hegi bercerita pola bisnisnya cukup agresif dengan membuka 4 cabang sekaligus. Tiga toko di Malang, satu lagi di Surabaya. Namun, mimpi besar itu justru sempat berbalik menjadi beban. 

Baca Juga: Bongkar Penyebab Aki Mobil Cepat Tekor, dari Kebiasaan Jarang Dipanaskan hingga Korsleting pada Kabel

Dalam dua tahun pertama, BestDough justru mengalami minus pendapatan. Satu per satu toko harus ditutup. Dari empat cabang, hanya satu yang bertahan. 

"Dua tahun kita sempat minus pendapatan, sampai akhirnya tiga cabang tutup. Tinggal satu toko saja yang survive," ungkap Hegi.

Perjalanan bisnis itu diibaratkannya seperti rollercoaster. Naik-turun yang kadang bikin pusing, tapi tetap harus dinikmati. 

Baca Juga: Rumah Makan Kang Abuy Dewi Sri: Lontong Sayur Legendaris dengan Suasana Nyaman

Pria yang juga dikenal sebagai konsultan bisnis itu mengaku, tantangan tidak hanya datang dari luar, tapi juga dari internal, khususnya soal manajemen dan karyawan. Pernah suatu ketika, Hegi hampir menyerah. 

"Saya benar-benar sempat ingin sudahi bisnis ini, tutup toko, dan cari pekerjaan baru. Tapi untungnya tidak ada perusahaan yang memanggil saya lagi," ujarnya sambil tertawa kecil.

Dalam masa-masa sulit itu, Hegi mulai rajin mengikuti komunitas bisnis. Dari sana, ia banyak berbagi cerita soal manajemen dan masalah SDM. Tak disangka, ada teman yang meminta bantuannya sebagai konsultan bisnis.

Awalnya, Hegi ragu. Ia bahkan tidak tahu apa sebenarnya peran konsultan bisnis. Namun, ia tetap mencoba membantu. 

Tidak disangka, hasilnya malah di luar dugaan, yang mulanya ditandai dengan klien yang  merasa puas. Dari mulut ke mulut, nama Hegi pun mulai dikenal sebagai konsultan bisnis di Malang. Bahkan, pada suatu waktu, ia sempat menangani empat klien sekaligus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Myrna Soeryo

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X