• Sabtu, 18 April 2026

Mengenal Apa Itu Social Enterprise dan Bedanya dengan Perusahaan Biasa

Photo Author
Myrna Soeryo, BaliInYourHands.com
- Kamis, 28 Agustus 2025 | 12:00 WIB
Ilustrasi social enterprise (Canva/PhotoApp)
Ilustrasi social enterprise (Canva/PhotoApp)

Baliinyourhands.com - Beberapa tahun terakhir istilah social enterprise semakin sering terdengar di dunia bisnis, terutama di kalangan anak muda dan wirausaha yang peduli pada isu sosial maupun lingkungan. Namun, banyak yang masih bertanya-tanya: apa sebenarnya social enterprise itu, dan bagaimana perbedaannya dengan perusahaan biasa?

Apa Itu Social Enterprise?

Secara sederhana, social enterprise atau wirausaha sosial adalah sebuah entitas bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga memiliki misi utama untuk memberikan dampak sosial atau lingkungan yang positif. Keuntungan yang diperoleh tidak semata-mata untuk pemilik atau pemegang saham, melainkan juga digunakan kembali untuk mendukung program-program sosial yang mereka jalankan.

Contohnya, perusahaan yang memproduksi tas dari bahan daur ulang plastik. Selain menjual produk dan memperoleh keuntungan, mereka juga mengurangi limbah plastik serta memberdayakan komunitas lokal dengan membuka lapangan kerja. Dengan kata lain, social enterprise menyeimbangkan dua hal: profit dan purpose.

Baca Juga: Bebek Yemelia: Legenda Bebek Goreng Favorit Warga Bali Sejak Tahun 90-an

Perbedaan dengan Perusahaan Biasa

Perbedaan mendasar antara social enterprise dengan perusahaan biasa terletak pada tujuan utama.

  1. Orientasi Tujuan

    • Perusahaan biasa umumnya fokus pada keuntungan finansial semata. Dampak sosial mungkin muncul, tetapi bukan prioritas utama.

    • Social enterprise justru menempatkan dampak sosial dan lingkungan sebagai misi inti. Keuntungan tetap penting, tetapi hanya sebagai sarana untuk mendukung misi tersebut.

  2. Pengelolaan Keuntungan

    • Pada perusahaan konvensional, laba biasanya dialokasikan untuk pemilik, pemegang saham, atau ekspansi bisnis.

    • Pada social enterprise, laba seringkali diputar kembali untuk memperbesar manfaat sosial, seperti program pendidikan, pemberdayaan masyarakat, atau konservasi lingkungan.

  3. Model Bisnis

    • Perusahaan biasa mengukur kesuksesan berdasarkan pertumbuhan omzet dan profitabilitas.

    • Social enterprise mengukur kesuksesan dengan dua indikator: kinerja finansial dan dampak sosial yang tercapai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Myrna Soeryo

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X