Fenomena kuliner Pinkan Mambo adalah cerminan bagaimana era media sosial menciptakan pasar baru: pasar sensasi. Dari donat hingga cap cay, dari kritik pedas hingga antrian panjang, semua itu membuktikan bahwa strategi “viral lebih penting daripada rasa” bisa tetap menguntungkan.
Apakah ini hanya tren sesaat atau akan bertahan lama? Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal pasti, nama Pinkan Mambo berhasil kembali jadi topik hangat bukan lewat musik, melainkan lewat piring makanannya.
Artikel Terkait
6 Panduan Praktis Memulai Social Enterprise di Indonesia
Mengenal Asset-Based Community Development: Pendekatan Pembangunan Berbasis Kekuatan Komunitas
Mengenal Logical Framework Analysis: Alat Penting dalam Perencanaan Proposal yang Efektif
Mengenal Formula JALIN dalam Perencanaan Kegiatan Komunitas: Identifikasi, Validasi, dan Re-Konfirmasi
Rahasia Hidup Robert Kiyosaki, Penulis 'Rich Dad Poor Dad' yang Bangun Mindset: Kaya Bukan Hanya soal Uang
Prinsip Kaizen: Cara Sederhana Hidup Lebih Produktif dan Bermakna