Baliinyourhands.com - Tren kuliner memang selalu berputar. Setelah beberapa waktu lalu kue kekinian dengan tampilan modern merajai pasar, kini giliran donat ala jadul kembali mencuri perhatian.
Donat dengan taburan gula halus, meses, atau parutan kelapa ini menjadi nostalgia banyak orang yang rindu dengan cita rasa sederhana khas masa kecil. Tidak hanya digemari oleh generasi yang tumbuh di era 80-an dan 90-an, donat jadul kini juga disukai anak muda karena dianggap unik dan “retro”. Fenomena ini membuka peluang usaha yang menjanjikan.
Daya Tarik Donat Jadul
Tidak seperti donat modern yang penuh dengan isian krim, topping mewah, atau dekorasi yang Instagramable, donat jadul justru sederhana. Adonannya lembut, empuk, dengan rasa manis gurih yang pas di lidah. Taburan gula halus putih atau meses cokelat memberikan kesan klasik yang membuat siapa pun langsung teringat jajanan sekolah dulu.
Baca Juga: Bebek Yemelia: Legenda Bebek Goreng Favorit Warga Bali Sejak Tahun 90-an
Selain itu, harga jual donat jadul relatif lebih terjangkau dibandingkan donat modern. Faktor inilah yang membuat usaha donat jadul lebih mudah diterima di berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak sekolah, pekerja kantoran, hingga keluarga yang mencari camilan praktis.
Modal Usaha yang Ramah Kantong
Membuka usaha donat ala jadul tidak memerlukan modal besar. Peralatan yang dibutuhkan cukup sederhana, seperti mixer, wajan atau deep fryer, dan peralatan pengemas. Bahan bakunya pun mudah ditemukan: tepung terigu, gula, ragi, telur, margarin, serta bahan pelengkap seperti meses, kelapa parut, atau gula bubuk.
Dengan modal sekitar Rp1-2 juta, seorang pemula sudah bisa memulai usaha skala rumahan. Produksi pun bisa dilakukan di dapur rumah dengan memanfaatkan media sosial untuk pemasaran.
Baca Juga: Laklak Men Mangku: Legenda Kue Tradisional Bali dengan Rasa Pandan, Bunga Naga, dan Nangka
Strategi Pemasaran
Meski terkesan klasik, cara menjual donat jadul tetap bisa disesuaikan dengan tren digital. Promosi melalui Instagram, TikTok, atau marketplace bisa membuat produk lebih cepat dikenal. Konten berupa video singkat proses pembuatan donat, review rasa, hingga kemasan unik bernuansa retro akan menarik perhatian calon pembeli.
Selain itu, menjajakan donat jadul di pasar kaget, bazar sekolah, atau membuka gerai kecil di pinggir jalan juga bisa menjadi langkah awal untuk memperluas pasar. Banyak pelaku usaha kecil yang memulai dengan menitipkan produk ke warung kopi atau kantin sekolah sebelum akhirnya memiliki gerai sendiri.
Inovasi Tanpa Menghilangkan Ciri Khas
Walaupun disebut donat jadul, bukan berarti tidak bisa berinovasi. Beberapa penjual kini menambahkan varian rasa baru, seperti donat jadul dengan topping matcha, red velvet, hingga keju parut melimpah. Ada juga yang membuat ukuran mini agar lebih praktis dinikmati. Namun, kunci utama tetap ada pada tekstur lembut donat dan rasa klasik yang tidak berubah.
Peluang Pasar yang Luas
Tren donat jadul ini tidak hanya populer di kota besar, tetapi juga merambah ke daerah-daerah. Banyak konsumen merasa lebih dekat dengan cita rasa yang sederhana dibandingkan varian donat modern yang terkadang terlalu manis atau mahal. Fakta ini membuat usaha donat jadul memiliki pasar yang luas dan berkelanjutan.
Bisnis donat ala jadul adalah contoh nyata bahwa nostalgia bisa menjadi peluang usaha yang menguntungkan. Dengan modal kecil, resep sederhana, dan strategi pemasaran yang tepat, siapa pun bisa mencoba peruntungan di bidang kuliner ini. Selama konsisten menjaga kualitas dan rasa, donat jadul akan tetap diminati, baik oleh mereka yang ingin bernostalgia maupun generasi baru yang penasaran dengan cita rasa “jaman dulu”.