• Sabtu, 18 April 2026

Warisan Ketut Liyer: Di Balik Senyuman Sang Penjaga Rahasia Bali

Photo Author
Myrna Soeryo, BaliInYourHands.com
- Senin, 14 April 2025 | 21:00 WIB
Mendiang Ketut Liyer terkenal setelah film Eat,Pray and Love (Website/TravelwithTricia)
Mendiang Ketut Liyer terkenal setelah film Eat,Pray and Love (Website/TravelwithTricia)

Baliinyourhands.com - Di antara deretan pohon kelapa yang melambai malas di Ubud, Gianyar, terdapat sebuah pekarangan yang tak pernah kehilangan kehangatan mistisnya. Di sinilah Ketut Liyer, sang Balian atau tabib spiritual Bali, pernah hidup dan menorehkan jejaknya dalam lanskap kebudayaan dunia.

Namanya mendunia setelah kemunculannya dalam film Eat, Pray, Love yang dibintangi Julia Roberts. Namun jauh sebelum layar lebar memanggilnya, Liyer sudah menjadi nama yang dikenal dalam bisik-bisik penuh hormat di kalangan warga lokal.

Hari ini, rumahnya masih berdiri tegak di Banjar Kaja, Nyuh Kuning. Sebuah kompleks tradisional yang dikelilingi oleh patung-patung tua, bau dupa yang menyusup halus ke udara, dan senyum ramah dari keluarga yang masih menjaga warisannya.

Baca Juga: Pulau Menjangan: Surga Tersembunyi di Ujung Barat Bali

Setelah wafatnya Ketut Liyer pada tahun 2016, tongkat estafet diteruskan oleh anak dan cucunya yang kini meneruskan praktik penyembuhan dan seni ramalan yang telah diwariskan turun-temurun.

“Beliau bukan hanya seorang penyembuh, tapi juga penyair, pelukis, dan penjaga cerita-cerita kuno,” ujar Putu Liyer, cucunya, yang kini sering didatangi wisatawan dan pasien dari berbagai penjuru dunia. “Apa yang orang lihat di film itu hanya sekelumit dari kehidupan kakek saya.”

Memang, rumah Liyer bukan sekadar tempat tinggal. Ia adalah semacam ruang transisi antara dunia nyata dan yang tak kasat mata. Di pelatarannya, sesajen tertata rapi, dengan bunga kamboja segar yang diselipkan di setiap sudut.

Baca Juga: Menyusuri Jalur Timur Nusa Penida: Keindahan Lain Pulau Dewata yang Tersembunyi

Para pengunjung sering terlihat duduk diam, mencoba merasakan aura yang pernah melingkupi sang maestro spiritual.

Liyer dikenal bukan hanya karena kemampuannya membaca garis tangan atau meramal masa depan. Lebih dari itu, ia adalah penghubung antara dunia modern dan kebijaksanaan lokal Bali yang mistis.

Ia menolak disebut dukun, dan lebih memilih disebut Balian Usada, penyembuh dengan pengetahuan mendalam tentang teks-teks lontar kuno, pengobatan herbal, dan kekuatan doa.

Baca Juga: Petualangan Jelajah Barat Nusa Penida: Pesona Alam yang Menyihir Jiwa

Menurut sejarah keluarganya, garis keilmuan ini telah diwariskan sejak tujuh generasi lalu. Ketut Liyer sendiri dikenal memiliki kemampuan mengingat mantra-mantra kuno yang jarang dimiliki bahkan oleh Balian lainnya. Ia memadukan seni, spiritualitas, dan pengobatan dalam satu tarikan napas.

Kini, meskipun zaman telah bergeser, keluarga Liyer tetap setia menjaga keseimbangan antara menjaga warisan dan merespon keingintahuan global. Mereka menerima tamu dengan hangat, tapi juga menolak segala bentuk komersialisasi berlebihan. “Kami hanya ingin orang datang dengan niat yang tulus, bukan sekadar ikut-ikutan,” kata Putu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Myrna Soeryo

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X