- Kesulitan buang air kecil atau buang air besar akibat tekanan tumor pada organ di sekitarnya.
Jika mengalami gejala di atas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Siapa yang Berisiko Terjangkit Kanker Serviks?
Meskipun kanker serviks bisa menyerang siapa saja, beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi, yaitu:
- Perempuan yang aktif secara seksual, terutama jika memiliki banyak pasangan.
- Mereka yang tidak pernah melakukan skrining serviks (Pap smear atau IVA test).
- Perempuan dengan sistem imun lemah, misalnya penderita HIV/AIDS.
- Perokok aktif, karena zat dalam rokok bisa mempercepat perkembangan sel kanker.
- Pengguna kontrasepsi oral jangka panjang tanpa pengawasan medis.
Kanker serviks termasuk jenis kanker yang paling bisa dicegah. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Vaksinasi HPV
Vaksin HPV terbukti efektif mencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18. Kementerian Kesehatan RI telah memasukkan vaksin HPV dalam program imunisasi nasional untuk anak perempuan usia 9-14 tahun. Namun, perempuan hingga usia 45 tahun juga tetap bisa mendapatkan vaksinasi dengan konsultasi dokter.
- Skrining Rutin (Pap Smear & IVA Test)
Deteksi dini adalah kunci utama mencegah kanker serviks. Pemeriksaan Pap smear direkomendasikan setiap 3 tahun sekali bagi perempuan usia 21-65 tahun, sedangkan IVA test (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) bisa menjadi alternatif skrining yang lebih mudah dan murah.
- Gaya Hidup Sehat
- Konsumsi makanan tinggi antioksidan seperti sayuran hijau, buah-buahan, dan kacang-kacangan.
- Hindari merokok dan konsumsi alkohol.
- Pertahankan berat badan ideal dan rutin berolahraga.
- Hindari Faktor Risiko
- Gunakan pengaman (kondom) saat berhubungan seksual untuk mengurangi risiko infeksi HPV.
- Batasi jumlah pasangan seksual untuk menghindari penularan virus.
Kanker serviks adalah penyakit yang bisa dicegah dengan langkah sederhana seperti vaksinasi, skrining rutin, dan pola hidup sehat. Jangan menunggu hingga gejala muncul untuk mulai peduli. Dengan deteksi dini, peluang kesembuhan bisa mencapai 90%.
Jadilah perempuan cerdas yang menjaga kesehatan reproduksi. Ingat, investasi terbaik adalah mencegah daripada mengobati!