• Sabtu, 18 April 2026

Pneumonia Penyakit Paru yang Mematikan, Apa yang Perlu Diketahui Sebelum Terlambat?

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Kamis, 6 Februari 2025 | 09:00 WIB
Pneumonia Penyakit Paru yang Mematikan, Apa yang Perlu Diketahui Sebelum Terlambat? (veronica ellen)
Pneumonia Penyakit Paru yang Mematikan, Apa yang Perlu Diketahui Sebelum Terlambat? (veronica ellen)

- Kebingungan atau kebingungan mental : Pada lansia, pneumonia dapat menyebabkan kebingungan atau perubahan status mental karena penurunan oksigen dalam tubuh.

 

Jika gejala-gejala ini muncul, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Jika terlambat ditangani, pneumonia dapat berkembang menjadi lebih serius, bahkan mematikan.

 

Efek Pneumonia Bukan Hanya Batuk Biasa

 

Pneumonia bisa berakibat jauh lebih serius daripada yang diperkirakan. Jika tidak segera diobati, pneumonia dapat menyebabkan komplikasi serius yang mempengaruhi banyak sistem tubuh. Beberapa efek pneumonia yang perlu diwaspadai

- Gagal napas : Pneumonia dapat mengganggu kemampuan paru-paru untuk menyediakan oksigen ke dalam darah, yang menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Ini bisa mengarah pada gagal napas, yang memerlukan perawatan intensif di rumah sakit, termasuk penggunaan ventilator.

- Sepsis : Infeksi pada paru-paru bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya dan menyebabkan sepsis, kondisi medis darurat yang dapat menyebabkan kegagalan organ dan kematian.

- Kerusakan paru-paru permanen : Pada beberapa kasus, pneumonia yang tidak diobati dengan tepat dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan paru-paru, yang mengarah pada penurunan kapasitas paru-paru dan kesulitan bernapas dalam jangka panjang.

- Pembekuan darah : Pneumonia juga dapat meningkatkan risiko pembekuan darah, yang berbahaya jika pembekuan tersebut menyumbat aliran darah ke organ vital. 

Pencegahan Pneumonia Melindungi Paru-Paru dari Infeksi

Pencegahan adalah kunci untuk melindungi diri dari pneumonia. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko terinfeksi pneumonia 

  1. Vaksinasi Pneumonia : Vaksin pneumonia sangat penting untuk melindungi diri dari infeksi, terutama bagi orang yang berisiko tinggi. Ada dua jenis vaksin utama untuk pneumonia, yaitu vaksin Pneumokokus Konjugat (PCV13) dan Pneumokokus Polisakarida (PPSV23), yang direkomendasikan untuk anak-anak, orang tua, dan individu dengan kondisi medis tertentu.
  2. Cuci Tangan secara Teratur : Menjaga kebersihan tangan adalah langkah dasar yang dapat mengurangi risiko penularan infeksi, terutama setelah batuk, bersin, atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi.
  3. Hindari Merokok : Merokok melemahkan sistem kekebalan tubuh dan merusak saluran pernapasan, sehingga lebih rentan terhadap infeksi, termasuk pneumonia.
  4. Meningkatkan Kesehatan Tubuh : Menerapkan pola hidup sehat dengan pola makan bergizi, olahraga teratur, dan cukup tidur dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.
  5. Pemantauan Kesehatan Paru-Paru : Bagi individu dengan penyakit paru-paru seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), penting untuk secara rutin memeriksakan kesehatan paru-paru ke dokter.

Data Pasien yang Terjangkit Pneumonia

Menurut data Kementerian Kesehatan RI tahun 2020, ada sekitar 4 juta orang yang terdiagnosis pneumonia di Indonesia, dengan angka kematian mencapai 29.000 orang per tahun akibat penyakit ini. Berdasarkan usia, mayoritas penderita pneumonia adalah anak-anak di bawah 5 tahun dan orang dewasa berusia di atas 65 tahun. Menurut WHO, di dunia, pneumonia menyebabkan lebih dari 2 juta kematian setiap tahunnya, dengan sebagian besar kematian terjadi pada anak-anak di negara berkembang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: Beberapa Media

Tags

Terkini

X