• Sabtu, 18 April 2026

Ulasan Buku Dalam Dekapan Zaman Karya Amanda Katili: Sebuah Pesan Cinta pada Alam

Photo Author
Myrna Soeryo, BaliInYourHands.com
- Jumat, 19 September 2025 | 12:00 WIB
Ilustrasi mencintai bumi lintas generasi (Canva/PhotoApp)
Ilustrasi mencintai bumi lintas generasi (Canva/PhotoApp)

Baliinyourhands.com - Di tengah isu perubahan iklim yang semakin mendesak, hadir sebuah buku reflektif berjudul Dalam Dekapan Zaman karya Amanda Katili. Buku ini bukan sekadar bacaan ringan, melainkan sebuah pengingat bahwa hubungan manusia dengan alam sesungguhnya adalah ikatan yang intim, bahkan spiritual.

Penulisnya, Amanda Katili, dikenal luas sebagai penggiat lingkungan hidup sekaligus Direktur The Climate Reality Project di Indonesia—sebuah organisasi global yang didirikan oleh Al Gore. Reputasi tersebut memberi bobot dan kredibilitas tinggi pada pesan-pesan yang ia tuangkan di halaman buku ini.

Menyulam Cerita Pribadi dan Alam

Dalam Dekapan Zaman hadir dengan gaya narasi yang puitis namun membumi. Amanda menuliskan pengalaman pribadi, catatan perjalanan, hingga renungan tentang berbagai fenomena alam yang ia temui. Setiap cerita seakan menyulam benang merah antara keseharian manusia dengan denyut bumi. Dalam bahasa yang sederhana, ia mengajak pembaca merasakan kembali desiran angin, gemericik air, dan rintik hujan yang selama ini sering dianggap biasa.

Baca Juga: Nusa Padel Club Nusa Dua: Tempat Main Padel Sekaligus Kulineran Enak

Alih-alih menggurui, Amanda memilih mendekati pembaca lewat kisah yang hangat. Hal ini menjadikan buku tersebut relevan bukan hanya bagi aktivis atau akademisi, tetapi juga bagi siapa saja yang tengah mencari kedekatan emosional dengan alam.

Pesan Lingkungan yang Mengena

Meski ditulis dengan gaya personal, buku ini sarat pesan lingkungan yang mendalam. Amanda menekankan bahwa bumi bukanlah sekadar tempat tinggal, melainkan “rumah besar” yang menjaga kehidupan.

Pesan ini semakin kuat karena lahir dari seorang tokoh yang lama berkecimpung dalam isu perubahan iklim. Pengalaman Amanda mendampingi komunitas, bekerja di tingkat global, hingga menyuarakan kesadaran iklim di Indonesia memperkaya perspektifnya.

Baca Juga: Rekomendasi Warung Babi Guling Terpopuler di Bali yang Wajib Dicoba

Ia menegaskan bahwa kepedulian pada lingkungan tidak harus dimulai dari aksi besar. Sesuatu yang sederhana, seperti mengurangi sampah plastik, merawat tanaman, atau memilih transportasi ramah lingkungan, dapat menjadi langkah nyata. Buku ini menyadarkan pembaca bahwa setiap individu punya kontribusi dalam menjaga bumi.

Relevansi dengan Kehidupan Modern

Dalam kehidupan perkotaan yang serba cepat, banyak orang terputus dari alam. Dalam Dekapan Zaman seakan menjadi jeda untuk merenung. Amanda menyoroti bagaimana pola hidup modern sering membuat manusia lupa bahwa keseimbangan ekosistem adalah fondasi kehidupan. Ia mengingatkan, krisis iklim bukan lagi isu masa depan, melainkan tantangan yang sudah ada di depan mata.

Buku ini menjadi relevan bagi generasi muda yang tengah mencari arah hidup sekaligus bagi para profesional yang mulai sadar pentingnya keberlanjutan. Lebih dari sekadar refleksi, ia adalah ajakan untuk kembali “berteman” dengan bumi.

Layak Dibaca Siapa Saja

Sebagai karya literasi, Dalam Dekapan Zaman menawarkan lebih dari sekadar data atau fakta lingkungan. Ia hadir dengan rasa, membuat pembaca tak hanya memahami isu ekologis, tapi juga merasakannya. Kekuatan buku ini justru ada pada kemampuannya menyentuh hati, bukan sekadar pikiran.

Dengan latar belakang Amanda Katili sebagai seorang pengamat lingkungan hidup sekaligus pemimpin The Climate Reality Project Indonesia, setiap kata dalam buku ini terasa otentik. Ia berbicara bukan hanya dari pengetahuan, tetapi juga dari pengalaman dan kepedulian mendalam.


Dalam Dekapan Zaman adalah sebuah bacaan yang mengingatkan kita bahwa menjaga bumi berarti menjaga diri sendiri. Buku ini pantas masuk daftar bacaan siapa saja yang ingin hidup lebih selaras dengan alam. Sebuah karya penuh cinta pada bumi, dari seorang perempuan yang mendedikasikan hidupnya untuk menyuarakan pentingnya keberlanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Myrna Soeryo

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X