national-news

Rosan Roeslani Rangkap Jabatan yang Mengubah Peta Investasi Nasional?

Selasa, 25 Februari 2025 | 07:10 WIB
Rosan Roeslani Menteri Investasi Sekaligus CEO Danantara, Rangkap Jabatan yang Mengubah Peta Investasi Nasional? (voi.id)

Bali In Your Hands - Sejarah baru dunia investasi Indonesia resmi tercipta. Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Daya Aganata Nusantara atau yang dikenal sebagai Danantara, sebuah badan pengelola investasi negara yang digadang-gadang sebagai game changer ekonomi nasional.

Namun, yang lebih mengejutkan publik bukan hanya kehadiran Danantara, melainkan sosok yang memimpinnya.

Baca Juga: Maraknya Wisatawan Asing Ilegal di Bali: Modus Investor yang Menyamarkan Pencari Kerja dan Pengusaha Gelap

Rosan P. Roeslani, yang kini menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), secara resmi juga ditunjuk sebagai Chief Executive Officer (CEO) Danantara.

Keputusan ini memantik perdebatan di kalangan publik, memunculkan pertanyaan: Mungkinkah seorang pejabat negara merangkap posisi kunci di badan investasi nasional? Dan apakah ini awal dari era baru dalam sinergi investasi nasional?

Saat ditanya mengenai rangkap jabatan ini, Rosan menegaskan bahwa justru ini adalah langkah strategis.

Dengan latar belakangnya yang kuat di dunia investasi dan perbankan, ia melihat peran gandanya sebagai keuntungan, bukan hambatan.

“Chief Operating Officer-nya Pak Dony Oskaria, Chief Investment Officer-nya Pak Pandu Sjahrir, ini sesuai bidang masing-masing dan saya sebagai Group CEO. Kami semua bekerja dengan porsi yang sudah jelas,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Istana Negara, Senin (24/2/2025).

Menurutnya, sinergi antara Kementerian Investasi dan Danantara justru menjadi nilai tambah bagi kedua entitas. “Saya Menteri Investasi dan Hilirisasi, sedangkan bidang Danantara sebagian besar dalam bidang investasi. Jadi, akan ada sinergi yang sangat baik ke depannya,” imbuhnya.

Langkah ini juga bukan tanpa preseden. Rosan mencontohkan Uni Emirat Arab, di mana menteri investasinya juga memimpin sovereign wealth fund negara tersebut. Dengan keyakinan tinggi, ia menegaskan, “Tidak masalah, kita berjalan beriringan,” tambahnya.

Strategi Besar di Balik Danantara Dana Rp300 Triliun dan Proyek Ambisius

Lebih dari sekadar badan investasi, Danantara dibentuk untuk mengelola efisiensi anggaran negara dan mendukung proyek-proyek strategis.

Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa Danantara akan mengelola lebih dari Rp300 triliun, atau hampir USD 20 miliar, yang diperoleh dari efisiensi anggaran negara.

“Kami berhasil mengamankan lebih dari Rp300 triliun dalam bentuk tabungan negara. Ini akan digunakan untuk proyek-proyek berdampak tinggi yang menciptakan nilai tambah signifikan,” ujar Prabowo dalam acara peresmian.

Halaman:

Tags

Terkini