Baliinyourhands.com - Kemajuan teknologi yang pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, termasuk dalam hal gaya hidup.
Salah satu teknologi yang paling berpengaruh saat ini adalah kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Teknologi ini tidak hanya mempercepat inovasi, tetapi juga mulai menggeser pola kerja konvensional manusia.
Baca Juga: Do's and Don'ts Saat Naik Pesawat LCC: Tips Biar Perjalanan Nyaman & Hemat
Salah satu tokoh teknologi dunia, Bill Gates, ikut menyoroti perubahan ini.
Pendiri Microsoft tersebut meyakini bahwa AI memiliki potensi besar untuk mengotomatisasi hampir semua aspek pekerjaan.
Dalam waktu sepuluh tahun ke depan, Gates memprediksi bahwa manusia bisa saja hanya perlu bekerja dua hari dalam seminggu.
Baca Juga: Warung Laota: Surga Kuliner Bubur dan Masakan Cina Halal di Bali yang Buka Hingga 24 Jam
“Jika Anda tidak menyukai rutinitas kerja mingguan dari jam 09:00 sampai jam 17:00, ada kabar baik, saya memperkirakan bahwa dalam sepuluh tahun lagi, manusia mungkin dapat bekerja dua hari dalam seminggu, dan semua ini berkat AI," ujar Gates, seperti dikutip dari Fortune.
Menurutnya, dengan kemajuan pesat AI, peran manusia dalam berbagai bidang akan semakin berkurang, sehingga konsep tempat kerja juga akan berubah secara signifikan.
Gates pun mempertanyakan ulang bentuk pekerjaan di masa depan.
Baca Juga: Guling Samsam Merekak: Perpaduan Tradisi dan Inovasi Dengan Pemandangan Indah Mengwi
"Bagaimana pekerjaan nanti? Haruskah kita bekerja hanya dua atau tiga hari seminggu?" katanya saat berbincang dengan Jimmy Fallon dalam The Tonight Show, dilansir dari Fortune.
Gagasan ini bukanlah hal baru dari Gates. Sejak kemunculan awal ChatGPT pada 2023, ia sudah menyampaikan bahwa masyarakat bisa saja memasuki era kerja tiga hari dalam seminggu.