national-news

7 Makanan Indonesia Masuk Daftar 50 Street Food Terbaik Dunia versi TasteAtlas 2025, Ini Daftarnya!

Senin, 14 April 2025 | 16:00 WIB
Siomay menduduki peringkat 3 best street food in the world menurut Taste Atlas (pexels/noniyench)

Baliinyourhands.com - Ketika dunia mencari kelezatan di jalanan, Indonesia sudah lama menyuguhkannya di setiap sudut kota, pasar malam, dan warung pinggir jalan.

Tahun ini, TasteAtlas, panduan kuliner global berbasis opini publik dan kurasi ahli, kembali merilis daftar tahunan 50 Best Street Food in the World 2025. Hasilnya membanggakan: tujuh hidangan khas Indonesia masuk daftar, dengan siomay memukau di peringkat ketiga.

Tak hanya soal rasa, pencapaian ini adalah perayaan identitas budaya—kisah yang disampaikan lewat bumbu, arang, dan tangan-tangan terampil yang meracik makanan bukan hanya untuk kenyang, tapi untuk menghidupkan kembali kenangan.

Baca Juga: Pulau Menjangan: Surga Tersembunyi di Ujung Barat Bali

Siomay, Juara Jalanan dari Bandung

Peringkat tiga dunia mungkin mengejutkan bagi dunia, tapi tidak bagi siapa pun yang pernah mencicipi sepiring siomay hangat di Bandung.

Dibuat dari campuran ikan tenggiri, tepung, dan rempah-rempah, siomay disajikan bersama tahu, kol, kentang, telur, dan pare—lalu diguyur saus kacang yang kental dan sedikit perasan jeruk limo.

“Siomay itu comfort food. Ada di mana-mana, tapi yang terbaik tetap di jalanan,” kata William Wongso, pakar kuliner Indonesia, dalam wawancaranya beberapa waktu lalu mengenai kuliner kaki lima. “Rasa itu dibangun dari pengalaman, bukan hanya resep.”

Baca Juga: Menyusuri Jalur Timur Nusa Penida: Keindahan Lain Pulau Dewata yang Tersembunyi

Batagor dan Ragam Sate yang Mencuri Perhatian Dunia

Tak jauh dari siomay, ada batagor—singkatan dari bakso tahu goreng—yang menduduki peringkat ke-15. Renyah di luar, lembut di dalam, dan kembali dibalut saus kacang, batagor adalah kreasi jalanan yang lahir dari inovasi pedagang kecil di Bandung, menjadikannya simbol kecerdasan kuliner rakyat.

Lalu datang parade sate: sate kambing (peringkat 18), sate babi (peringkat 20), sate madura (peringkat 21), dan sate padang (peringkat 42). Setiap varian punya ciri khas masing-masing. Sate kambing menghadirkan kelembutan daging muda dengan baluran kecap dan acar. Sate babi, populer di Bali, menggoda dengan karamelisasi lemak dan manis gurih bumbunya.

Sementara itu, sate madura menonjol dengan bumbu kacang dan kecap manis yang pekat, sering kali disajikan dengan lontong. Sate padang tampil berbeda: berlumur kuah kental berwarna kuning keemasan, bercita rasa pedas dan aromatik dari kunyit serta lengkuas.

Baca Juga: Petualangan Jelajah Barat Nusa Penida: Pesona Alam yang Menyihir Jiwa

“Ini bukan soal sate saja, tapi bagaimana kita menghargai teknik membakar, pemilihan arang, dan waktu yang presisi,” ujar Chef Petty Elliott, yang dikenal mempopulerkan kuliner Nusantara secara global.

Rendang: Makanan Ikonik yang Tak Pernah Gagal Mencuri Hati

Peringkat ke-27 diduduki oleh rendang. Meski lebih sering hadir dalam perayaan dan rumah makan, rendang versi street food tetap mendapat tempat tersendiri—baik sebagai isi nasi bungkus atau teman lontong di pagi hari.

Halaman:

Tags

Terkini