Baliinyourhands.com - Malam kelabu menyelimuti perairan Selat Bali pada Rabu, 2 Juli 2025. Sekitar pukul 23.35 WIB, Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tengah menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Gilimanuk, Bali, mengalami blackout mendadak sebelum akhirnya terhanyut ke arah selatan dan tenggelam.
Insiden tragis ini menewaskan empat orang dan mengguncang publik yang selama ini mengandalkan jalur laut Jawa–Bali sebagai moda transportasi vital.
Kapal tersebut membawa puluhan penumpang dan kendaraan, seperti biasa pada malam hari, saat penyeberangan relatif tenang. Namun, sekitar satu jam setelah berlayar, sistem kelistrikan kapal tiba-tiba padam.
Baca Juga: Mie Mulu di Jalan Hayam Wuruk Denpasar: Surga Mie Moza, Mentai, Pempek, dan Dimsum Kekinian
Dalam kondisi gelap gulita, kapal kehilangan kendali dan terbawa arus laut selatan yang cukup kuat malam itu. Tak lama berselang, kapal dilaporkan mulai miring dan kemudian tenggelam secara perlahan.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polri, dan relawan langsung bergerak begitu menerima sinyal darurat. Proses evakuasi dilakukan dalam kondisi gelap dan gelombang yang mulai meninggi, menambah kesulitan penyelamatan.
Dari total penumpang yang terdaftar, 64 orang berhasil dievakuasi dengan selamat, sementara empat orang dinyatakan meninggal dunia, termasuk satu anak-anak. Sementara itu, beberapa kendaraan dan barang pribadi dipastikan tenggelam bersama badan kapal.
Baca Juga: Bali Meat Park 2025 Hadirkan Pesta Daging Musik dan Sunset Sanur dalam Dua Hari Seru
PT ASDP Indonesia Ferry, sebagai operator, menyampaikan duka cita atas kejadian tersebut dan menyatakan akan memberikan santunan kepada keluarga korban.
Dalam keterangan tertulis, manajemen menyatakan telah membentuk tim investigasi internal dan bekerja sama dengan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) untuk mengungkap penyebab utama tenggelamnya kapal.
“Kami tengah menyelidiki apakah blackout ini disebabkan oleh gangguan teknis kelistrikan, kelalaian operasional, atau faktor cuaca. Tapi prioritas utama kami saat ini adalah membantu proses evakuasi dan memberi dukungan kepada para korban,” tulis pernyataan resmi dari ASDP.
Baca Juga: Warung Mami Ikan Bakar Jimbaran Rasa Lezat dan Paling Mengerti Kantong
Pakar transportasi laut dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr. I Made Suarnatha, menegaskan bahwa blackout di kapal penumpang adalah kondisi darurat yang sangat serius.
“Kapal kehilangan daya berarti kehilangan kontrol. Dalam kondisi seperti itu, tanpa manuver, kapal jadi sasaran empuk arus dan ombak. Ini harus menjadi alarm keras bagi perbaikan sistem kelistrikan dan prosedur emergensi kapal penyeberangan kita,” ujarnya.