national-news

Berita Jadi Karya Seni: Transformasi Narasi di Tangan Media dan Seniman

Senin, 15 September 2025 | 14:00 WIB
Berita bisa menjadi karya untuk mendapat rasa (Canva/PhotoApp)

Baliinyourhands.com - Dalam dunia yang serba cepat, berita biasanya dikonsumsi sebagai informasi singkat yang segera digantikan oleh kabar terbaru. Namun, sebuah workshop bertajuk “Berita Jadi Karya: Praktik Kolaborasi Media dan Seni” yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 12–14 September, menawarkan perspektif berbeda: bagaimana sebuah berita bisa alih wadah menjadi karya seni yang bernilai.

Workshop ini dipandu oleh Evi Mariani, jurnalis senior sekaligus co-founder Project Multatuli (Project M), yang dikenal mengusung narasi mendalam dan berpihak pada publik.

Dari Fakta ke Estetika

Berita pada dasarnya adalah catatan fakta. Namun, ketika dipertemukan dengan seni, fakta bisa menemukan bentuk baru yang lebih emosional dan reflektif. Seni memberi ruang bagi audiens untuk tidak hanya membaca, tetapi juga merasakan berita. Evi Mariani menekankan pentingnya kolaborasi antara jurnalis dan seniman untuk menyampaikan isu-isu penting dengan cara yang lebih membekas.

Baca Juga: Banjir Bali Jadi Sorotan, Menteri LH Hanif Faisol Singgung soal Jalur Hukum Jika Ada Pelanggaran Lingkungan

Dalam praktiknya, sebuah laporan investigasi bisa diterjemahkan menjadi instalasi seni, pementasan teater, komik, atau bahkan pameran fotografi yang imersif. Alih-alih sekadar menampilkan data, seni memungkinkan cerita hadir dengan sentuhan visual, audio, atau performatif, sehingga mampu menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam.

Seni Sebagai Perpanjangan Jurnalisme

Kolaborasi ini tidak bermaksud mengaburkan batas antara fakta dan interpretasi, melainkan memperkuat daya jangkau sebuah cerita. Seni hadir sebagai perpanjangan tangan jurnalisme—menambah kedalaman emosional tanpa mengorbankan kebenaran. Dalam konteks ini, berita tidak lagi hanya berhenti di halaman koran atau portal daring, melainkan terus hidup dalam ruang galeri, panggung, atau layar multimedia.

Contoh nyata bisa dilihat dari berbagai proyek kolaboratif global: investigasi tentang isu lingkungan yang diubah menjadi pameran seni interaktif, atau kisah tentang korban konflik yang dituangkan ke dalam film dokumenter artistik. Di Indonesia, Project M sendiri beberapa kali bekerja sama dengan komunitas seni untuk menjembatani isu-isu publik dengan medium kreatif.

Baca Juga: Tak Akan Ada Travel Warning Pasca Banjir Besar Janji Wayan Koster Gubernur Bali

Menghidupkan Dialog dengan Publik

Salah satu nilai terbesar dari alih wadah berita menjadi karya seni adalah terciptanya ruang dialog. Audiens tidak lagi hanya sebagai pembaca pasif, melainkan bisa ikut berpartisipasi, menafsirkan, bahkan menyuarakan pengalaman mereka sendiri. Karya seni yang lahir dari berita dapat memicu diskusi di luar ranah media tradisional, misalnya melalui pameran komunitas, pertunjukan jalanan, atau lokakarya kreatif.

Di Makassar, semangat itu terasa kuat. Workshop AJI menghadirkan para jurnalis muda, seniman, dan aktivis budaya untuk berlatih melihat berita bukan hanya sebagai teks, tetapi juga sebagai potensi karya kolektif. Hasilnya diharapkan mampu memperkuat posisi jurnalisme sebagai penjaga demokrasi sekaligus sumber inspirasi artistik.

Transformasi berita menjadi karya seni bukan sekadar tren kreatif, melainkan strategi untuk membuat isu-isu penting tetap relevan di tengah arus informasi yang cepat menguap. Dengan kolaborasi jurnalis dan seniman, berita bisa melampaui batas medianya, menjadi pengalaman estetik sekaligus reflektif yang bernilai bagi masyarakat.

Sebagaimana ditunjukkan dalam workshop Festival Media AJI 2024 di Makassar, inisiatif seperti ini membuktikan bahwa jurnalisme tidak harus terjebak dalam format lama. Ia bisa hidup lebih lama, lebih mendalam, dan lebih menyentuh hati, ketika bersentuhan dengan seni.

Tags

Terkini