"Lokasi sini sekitaran KONI, ada beberapa bangunan runtuh tapi bukan struktur inti, ini menimpa beberapa penjual UMKM di bawahnya," bebernya.
Guncangan Kuat di Ternate
Dalam kesempatan berbeda, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani menyampaikan guncangan gempa dirasakan sangat kuat dengan intensitas V–VI modified mercalli intensity (MMI) di Kota Ternate, Malut.
Baca Juga: Warung Pink Tempong Bali Milik Yuricky Angelo Dari Banyuwangi Dengan Sambal Warisan
Faisal menilai, kondisi ini memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Meskipun pusat gempa berada di laut, BMKG menyoroti kekuatan magnitudo yang besar serta kedalaman gempa yang relatif dangkal, yakni sekitar 33 kilometer.
Hal itu, membuat energi gempa merambat cukup kuat hingga terasa di ibu kota Sulawesi Utara.
Baca Juga: Pemandian Air Panas Di Lereng Gunung Agung Yang Tersembunyi Di Besakih Bali
Faisal menjelaskan tingkat kerusakan bangunan sangat bergantung pada sejumlah faktor teknis, salah satunya kondisi geologi di lokasi terdampak.
"Getaran di permukaan atau disebut juga ground acceleration itu tergantung dari tidak hanya kedalaman gempa tapi juga magnitudo gempanya," papar Faisal dalam keterangan pers melalui kanal YouTube BMKG, Kamis, 2 April 2026.
"Kombinasi dari dua hal tersebut, dan juga tergantung dari kondisi tanah atau batuan pada suatu lokasi," sambungnya.
Baca Juga: Rekomendasi Cengkeh Dari Daerah Penghasil Terbaik Untuk Racikan Minuman Kesehatan
Kerusakan Akibat Gempa M 7,6
Faisal mengatakan, guncangan gempa juga terasa hingga ke Manado, Sulawesi Utara.