national-news

Pendidikan dan Efisiensi Anggaran Komitmen Pemerintah Menjaga Akses Beasiswa bagi Mahasiswa Kurang Mampu

Sabtu, 15 Februari 2025 | 13:05 WIB
Efisiensi Anggaran Komitmen Pemerintah Menjaga Akses Beasiswa bagi Mahasiswa Kurang Mampu (fakultas hukum umsu)

Bali In Your Hands - Di tengah upaya efisiensi anggaran, kekhawatiran terhadap keberlanjutan beasiswa pendidikan semakin meningkat. 

Baca Juga: 5 Hotel Nyaman untuk Momen Berkualitas Liburan Keluarga di Sanur

Kebijakan pemangkasan anggaran yang diumumkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sempat menimbulkan pertanyaan besar mengenai masa depan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Namun, pemerintah menegaskan bahwa akses pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu tetap menjadi prioritas.

Efisiensi Anggaran dan Dampaknya

Dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR pada 12 Februari 2025, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro mengungkapkan bahwa total efisiensi anggaran pendidikan mencapai Rp 1,43 triliun dari pagu awal Rp 15,42 triliun.

Beberapa program beasiswa terdampak, termasuk:

- Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI): Pemotongan Rp 19,4 miliar dari Rp 194,7 miliar.

- Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik): Pengurangan Rp 21 miliar dari Rp 213,7 miliar.

- Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB): Pemangkasan Rp 21,33 miliar dari Rp 85,3 miliar.

- Beasiswa untuk dosen dan tenaga pendidik dalam dan luar negeri: Pemotongan Rp 59,2 miliar dari Rp 236,8 miliar.

Desakan untuk Mengembalikan Anggaran Beasiswa

Satryo Soemantri Brodjonegoro mengusulkan agar anggaran untuk bantuan sosial dan beasiswa di Kemendiktisaintek tidak dipotong.

Hal ini bertujuan untuk menjaga kelangsungan pendidikan bagi mahasiswa yang bergantung pada program tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini