Baliinyourhands.com - Terdapat tiga faktor utama yang membuat para Ibu merasa berdaya: kemandirian secara ekonomi, pemanfaatan waktu yang produktif, dan kemampuan dalam memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Hal ini terungkap dalam survei yang diadakan oleh Orami pada tahun 2021.
Meski penuh makna, peran Ibu tidak terlepas dari berbagai tantangan. Sebagai pengasuh, pendidik, dan pengambil keputusan, Ibu sering kali mendapatkan tekanan dan keresahan dari ekspektasi diri, keluarga, hingga masyarakat.
Sebuah survei dari The Ohio State University mengungkapkan bahwa 66 persen orang tua mengalami burnout, di mana perempuan mendominasi dengan angka mencapai 68 persen.Perasaan ini yang dilansir membuat Ibu kerap meragukan kapasitas dirinya sendiri.
Berkaca pada kondisi tersebut, berikut 4 langkah mudah yang dapat dilakukan untuk mendorong pemberdayaan Ibu, baik yang dilakukan oleh diri sendiri maupun lingkungan terdekat:
- Mulai dari Diri Sendiri
Menjalani peran multitasking dapat membuat Ibu merasa kehilangan dan mengabaikan kebutuhan diri sendiri, karena lebih fokus pada kebutuhan anak dan pasangan. Padahal, mengenali dan mencintai diri sendiri adalah langkah utama agar Ibu merasa lebih berdaya.
Hal inilah yang turut mendasari besarnya peran me-time bagi Ibu. Menurut survei Orami pada tahun 2022, hampir 70% ibu yang rutin memiliki waktu untuk me-time cenderung lebih merasa bahagia, puas, bangga, dan percaya diri dalam menjalani peran mereka.
Baca Juga: 5 Buku Coaching Untuk Bumi Pilihan Amanda Katili Buat Kamu Yang Mau Menambah Ilmu Berkelanjutan
Dengan meluangkan waktu untuk diri sendiri, Ibu dapat lebih memahami hal-hal kecil yang membawa rasa nyaman dan kebahagiaan dalam keseharian mereka. Bahkan, melalui me-time, Ibu pun bisa mengisi kembali energi dan menemukan keseimbangan emosional sebagai bentuk perhatian serta kepedulian terhadap diri sendiri.
2. Lingkungan Keluarga: Saling Berbagi Tugas dapat Meringankan Beban
Banyak Ibu kerap merasa sendirian dalam menjalani perannya. Namun, lingkungan keluarga dapat memberikan kontribusi besar dengan membangun support system yang kuat.
Komunikasi yang terbuka dengan pasangan, anak, dan anggota keluarga bisa menjadi langkah kecil namun berdampak besar untuk meringankan beban sehari-hari. Contohnya, suami dapat aktif membantu urusan rumah tangga dan mencari dukungan dari keluarga besar apabila dibutuhkan.
Baca Juga: Ini Dia! 5 Prompt ChatGPT Agar Branding Merek Kamu Tepat
Artikel Terkait
Ingin Tahu Mengapa Marketing Tetap Memerlukan Branding? Pelajari Artikel Ini!
Pahami! 6 Prinsip Jualan Dengan Copywriting Sehingga Makin Cuan di Liburan Nataru 2024
Lebih Cuan Bayar Influencer atau Pasang Ads? Kita Pahami Dulu Perbandingannya, Yuk!