• Sabtu, 18 April 2026

Heboh! Belatung Ditemukan di Makanan Program MBG, Siswa Keracunan Massal

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Senin, 24 Februari 2025 | 10:05 WIB
Ada Belatung di MBG yang Buat Siswa Keracunan, Kepala BGN Sebut catering Belum Terbiasa  (LintasTotabuan.com)
Ada Belatung di MBG yang Buat Siswa Keracunan, Kepala BGN Sebut catering Belum Terbiasa (LintasTotabuan.com)

Bali In Your Hands - Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, digemparkan oleh temuan belatung dalam makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden yang terjadi pada Selasa, 18 Februari 2025, ini menyebabkan delapan siswa SDN 7 Tebing Tinggi mengalami sakit perut usai menyantap hidangan.

Penemuan belatung dalam ompreng makanan membuat siswa-siswa lain ketakutan dan enggan melanjutkan makan, memaksa program MBG dihentikan sementara.

Baca Juga: Paus Fransiskus Mengalami Kondisi Double Pneumonia, Ini Penjelasan yang Bikin Kesehatannya Menurun hingga Butuh Transfusi Darah

Kapolres Empat Lawang, AKBP Abdul Aziz Septiadi, mengonfirmasi bahwa penyelidikan masih berlangsung. "Kami masih mendalami dugaan yang ada, mengingat korban adalah anak-anak. Kami belum bisa bicara lebih lanjut karena masih dalam tahap penyelidikan," ujarnya.

Sampel makanan yang diduga bermasalah telah dikirim ke BBPOM Palembang untuk diuji guna memastikan penyebab pasti dari insiden ini.

Hasil Uji Lab Ditunggu, Pakar Kuliner Meragukan Temuan Belatung

Kepala BBPOM Palembang, Yanni Ardianti, menegaskan bahwa hasil uji laboratorium belum dapat diberikan dan akan disampaikan melalui pemilik sampel.

Baca Juga: Rahasia Memikat Hati Pelanggan: Trik Berjualan Tanpa Kata Beli

Sementara itu, Ketua DPD Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Sumatera Selatan, Evie Hadenli, mempertanyakan keabsahan temuan belatung pada makanan tersebut.

"Menu ikan patin fillet crispy yang tipis dan kering sangat tidak memungkinkan ada belatung hidup dalam beberapa jam. Jika itu ikan utuh yang dimasak kurang matang, mungkin masuk akal," jelas Evie. Program MBG sendiri baru berjalan sejak 17 Februari 2025 di tujuh wilayah Sumatera Selatan, sehingga wajar jika masih terjadi kendala teknis.

Kepala BGN: “Ini Kendala Teknis yang Harus Dimaklumi”

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menanggapi kasus ini dengan menekankan bahwa program MBG masih dalam tahap penyesuaian. Menurutnya, banyak tenaga pelaksana dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum terbiasa memasak dalam jumlah besar.

“Butuh waktu tiga bulan agar mereka bisa memasak dengan kematangan yang benar dan rasa yang pas. Ini bukan hal yang mudah,” ujar Dadan.

Selain itu, ia juga menyoroti permasalahan kebersihan ompreng yang digunakan untuk mendistribusikan makanan.

“Ada catering yang biasa melayani 3.000 porsi tapi kewalahan saat harus mencuci ompreng. Mereka tidak terbiasa, sehingga butuh waktu 14 jam untuk mencuci semuanya. Ini yang harus kita benahi,” tambahnya.

Keanehan di Balik Temuan Belatung

Sebagai ahli entomologi, Dadan menegaskan bahwa ada kejanggalan dalam kasus ini. “Belatung tidak mungkin hidup di luar ompreng.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: Beberapa Media

Tags

Terkini

X