• Sabtu, 18 April 2026

Jusuf Kalla Sebut ‘Kabur Aja Dulu’ Jadi Ajang Anak Muda Mengenal Budaya Luar, Khusus Buat yang Ingin Belajar hingga Bekerja

Photo Author
Myrna Soeryo, BaliInYourHands.com
- Rabu, 26 Februari 2025 | 22:00 WIB
Fenomena Kabur Aja Dulu menurut Jusuf Kalla Justru Baik (pexels/pixabay)
Fenomena Kabur Aja Dulu menurut Jusuf Kalla Justru Baik (pexels/pixabay)

Baliinyourhands.comSedang hangat diperbincangkan sebagian publik Tanah Air, terkait fenomena 'Kabur Aja Dulu' yang ramai di media sosial (medsos).

Menilik sedikit lebih dalam, fenomena itu disinyalir sebagai sebuah ajakan dari sesama warganet di Indonesia untuk menjalani kehidupan di negara lain.

Dari sisi yang lain, fenomena ini menunjukkan anak muda Tanah Air merasa kurang dihargai di pasar kerja domestik dan melihat peluang lebih baik di luar negeri.

Baca Juga: 5 Artis Indonesia yang Memutuskan Tinggal Menetap di Bali

Gejolak politik dan ekonomi di dalam negeri, mengecewakan generasi muda yang beberapa memilih untuk "kabur" keluar negeri dulu dan kembali ke tanah air saat situasi sudah mulai kondusif.

Terkait hal itu, Wapres RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla justru memandang positif ajakan 'Kabur Aja Dulu'.

"Baru-baru ini sempat jadi pembicaraan banyak pihak soal kabur aja dulu. bagi saya itu positif," tegas Jusuf Kalla di UGM, Yogyakarta, pada Senin, 24 Februari 2025.

Baca Juga: Kebaya Bali: Warisan Budaya yang Elegan dan Bermakna

Jusuf Kalla menilai, masa kini sudah membuat aktivitas masyarakat berkembang secara global dan adanya perubahan dari berbagai bidang pekerjaan.

"Jadi bukan hanya barang yang berubah. Tidak hanya komoditas yang berubah, tetapi orang juga sudah berubah," terang Jusuf Kalla.

Selain itu, Jusuf Kalla juga memaparkan budaya perlu didorong dengan adanya perubahan dan kemajuan, seraya mencontoh budaya kerja keras warga Tiongkok dan Jepang.

Baca Juga: 8 Kuliner Khas Bali yang Biasa Disajikan Saat Berbuka Puasa di Bulan Suci Ramadhan

"Sehingga kita bisa kerja di mana saja. Di Amerika, Tiongkok, dan di negara lainnya," lanjutnya.

"Kita harus bisa mencontoh budaya kerja keras seperti Tiongkok serta budaya Jepang yang lebih terkenal dengan ketelitian," tandasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Myrna Soeryo

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X