• Sabtu, 18 April 2026

Anji Tak Diajak Gabung Visi? Musisi Lagi-lagi Terpecah Gara-gara Royalti!

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Rabu, 5 Maret 2025 | 06:30 WIB
 Anji Mengaku Dirinya Tak Diajak karena Kurang Terkenal  (tempo.co)
Anji Mengaku Dirinya Tak Diajak karena Kurang Terkenal (tempo.co)

Bali In Your Hands -Jagat musik Indonesia kembali diwarnai perdebatan panas. Kali ini, penyanyi sekaligus pencipta lagu Anji Manji mengungkapkan dirinya tidak bergabung dengan Vibrasi Suara Indonesia (VISI), asosiasi baru yang menaungi para penyanyi Tanah Air.

Lewat unggahan Instagram pribadinya, Anji mengungkapkan alasannya. "Banyak yang bertanya, kenapa saya tidak bergabung dengan VISI? Jawabannya adalah karena saya tidak diajak bergabung," tulisnya, Senin, 3 Maret 2025.

Baca Juga: Resep Rujak Pindang Bali untuk Buka Puasa di Bulan Suci Ramadhan yang Segar dan Lezat

Ungkapan ini langsung memantik berbagai spekulasi di kalangan warganet dan pecinta musik.

Tanpa berusaha menyembunyikan kekecewaan, Anji memaparkan empat kemungkinan alasan mengapa namanya tidak ada dalam daftar penyanyi VISI.

  • Pertama, ia menduga penggagas VISI tidak memiliki akses untuk menghubunginya. Namun, ia sendiri merasa kemungkinan ini kecil terjadi.
  • Kedua, mantan vokalis Drive ini menilai dirinya mungkin dianggap tidak seterkenal beberapa penyanyi lain yang tergabung dalam VISI.
  • Ketiga, ia menegaskan bahwa perbedaan visi dalam sistem royalti menjadi faktor utama yang membuatnya tidak cocok dengan VISI.
  • Keempat, dengan nada sedikit satir, ia menyebut bahwa dirinya kurang terkenal.

"Alasan ini masuk akal, walaupun definisi terkenal itu bisa macam-macam. Bisa dari popularitas karya, jumlah follower media sosial, atau apapun," tambahnya.

Perbedaan pandangan dalam sistem royalti menjadi titik panas dalam perdebatan ini. VISI diketahui mendukung sistem kolektivitas royalti untuk pertunjukan publik. Sementara itu, Anji yang tergabung dalam AKSI (Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia) lebih memilih sistem Direct Licensing.

“Dari yang saya baca, VISI mendukung sistem penghimpunan royalti secara kolektif. Sementara saya lebih cenderung mendukung sistem Direct Licensing, yang juga diajukan AKSI untuk pertunjukan publik. Bahkan AKSI sudah menyiapkan sistem DDL (Digital Direct License),” jelasnya.

Bukan kali pertama industri musik Indonesia mengalami perbedaan pandangan dalam pengelolaan hak royalti.

Sistem yang diterapkan selama ini masih menuai kritik dari berbagai pihak, terutama terkait transparansi dan distribusi yang dianggap tidak adil bagi para pencipta dan penyanyi.

Unggahan Anji mendapat dukungan dari Piyu Padi Reborn. Ia menilai bahwa keputusan Anji untuk berada di AKSI sudah tepat.

“Salut buat Anji. Makanya Anji lebih tepat dan pantas berada di AKSI karena pemikirannya tidak akan bisa disetir dengan suatu visi yang bertolak belakang dengan prinsipnya,” tulis Piyu di kolom komentar.

Sebagai informasi, AKSI yang didirikan pada 3 Juli 2023 digagas oleh Ahmad Dhani dan Piyu sebagai wadah bagi para komposer dalam memperjuangkan hak royalti mereka.

Sementara itu, VISI yang baru terbentuk setahun kemudian diinisiasi oleh sejumlah penyanyi papan atas seperti Armand Maulana, Ariel NOAH, dan BCL.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: Beberapa Media

Tags

Terkini

X