Meski begitu, Ariel tetap berharap agar industri musik Indonesia dapat menemukan solusi terbaik tanpa harus terpecah belah. Baginya, perdebatan yang terjadi saat ini seharusnya mengarah pada perbaikan sistem royalti yang lebih transparan dan efisien, bukan justru memperburuk situasi.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua pencipta lagu memiliki waktu dan sumber daya untuk mengurus perizinan secara mandiri. Oleh karena itu, menurutnya, perbaikan LMK masih menjadi solusi yang lebih realistis dibandingkan penghapusan total sistem tersebut.
"Jika LMK bisa dikelola lebih baik, transparan, dan profesional, saya yakin sistem ini masih bisa menjadi solusi terbaik bagi musisi di Indonesia," kata Ariel.
Sebagai musisi yang telah berkecimpung lama di industri musik, Ariel memahami bahwa sistem royalti masih perlu banyak perbaikan.
Ia berharap agar seluruh pihak dapat bekerja sama untuk menciptakan regulasi yang lebih baik, sehingga musisi dapat memperoleh hak mereka dengan adil tanpa harus menghadapi prosedur yang memberatkan.
Ariel menutup pernyataannya dengan mengajak semua pihak untuk mencari solusi bersama. Baginya, esensi dari sebuah lagu adalah agar bisa dinikmati oleh banyak orang.
Dengan regulasi yang jelas dan sistem yang lebih transparan, industri musik Indonesia dapat berkembang lebih baik dan memberikan manfaat bagi seluruh pelaku di dalamnya.***
Artikel Terkait
Jakarta Akhir Pekan Ini Diguncang Sejumlah Konser Musik: Green Day, NCT 127 Sampai Linkin Park
Mengenal Alat Musik Tradisional Gitar Penting Khas Bali
Catat ya! 5 Festival Musik Tradisional dan EDM di Bali yang Wajib Anda Dikunjungi pada 2025
5 Tempat Hiburan Kelas Dunia Tanpa Bayar! Live Musik Gratis di Bali