• Sabtu, 18 April 2026

Indonesia Berisiko Alami Resesi Setelah Tarif Impor Naik 32 Persen, Apa yang Harus Dilakukan?

Photo Author
Myrna Soeryo, BaliInYourHands.com
- Jumat, 4 April 2025 | 17:00 WIB
Presiden AS Trump akan menerapkan tarif dagang resiprokal mulai 9 April (Instagram/Whitehouse)
Presiden AS Trump akan menerapkan tarif dagang resiprokal mulai 9 April (Instagram/Whitehouse)
  1. Peluncuran BPI Danantara untuk Hilirisasi SDA

Prabowo meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk mempercepat hilirisasi sektor strategis seperti mineral, batu bara, minyak bumi, gas bumi, perkebunan, kelautan, perikanan, dan kehutanan.

Danantara bertujuan untuk mendanai proyek hilirisasi sehingga industri dalam negeri dapat lebih mandiri dan berdaya saing tinggi.

Selain strategi perdagangan internasional, Prabowo juga fokus pada penguatan konsumsi dalam negeri untuk menjaga stabilitas ekonomi. Salah satu langkah utamanya adalah:

- Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
MBG ditargetkan menjangkau 82 juta penerima manfaat pada akhir 2025 untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Jogging Track di Sepanjang Pantai di Bali untuk Jogging dan Bersepeda

Dengan meningkatnya daya beli, industri dalam negeri dapat tetap bertahan meskipun ada tekanan dari kebijakan tarif AS.

- Pendirian 80.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)

Bertujuan untuk memperkuat ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan perputaran uang di daerah.

Dengan kombinasi strategi ekspansi perdagangan global, hilirisasi sumber daya alam, dan penguatan ekonomi domestik, Prabowo berupaya menjadikan Indonesia lebih tahan terhadap guncangan eksternal, termasuk dari kebijakan proteksionisme AS.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Myrna Soeryo

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X