"Ketegangan semakin memuncak. Pada 15 Agustus 1945, golongan muda akhirnya membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Di tempat itulah mereka menekan kedua pemimpin itu agar segera memutuskan," tutur Aboe Bakar Lubis.
Setelah melalui perdebatan panjang, Soekarno dan Hatta akhirnya luluh. Mereka sepakat untuk tidak lagi menunda proklamasi. Keputusan ini mengubah arah sejarah bangsa Indonesia. Hasilnya, pada 17 Agustus 1945, teks proklamasi dibacakan di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.
Sejarah mencatat, kemerdekaan RI akhirnya lahir lebih cepat dari rencana awal, bukan pada 24 Agustus, melainkan pada tanggal 17 Agustus 1945 yang kini diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia.
Artikel Terkait
Film Animasi Merah Putih One For All: Bujet Rp 6,7 Miliar, Kualitas Dipertanyakan Tapi Akan Tayang di Cinema XXI & CGV
Merah Putih One For All: Dari Kontroversi ke Gelombang Kreativitas Influencer
Daftar Film Animasi Terbaik di Indonesia yang Wajib Ditonton, dari Jumbo hingga Battle of Surabaya
Awal Mula Ledakan Polemik Royalti, Aturan Musik yang Bikin Pengusaha Matikan Speaker di Cafe
Imbauan Istana saat Detik-detik Proklamasi pada 17 Agustus 2025, Minta Masyarakat Hentikan Aktivitas Selama 3 Menit
Animasi Film Merah Putih: One For All Jadi Sorotan, Ketua PFN Ifan Seventeen Singgung soal Proses Pembelajaran