Baliinyourhands.com - Di tengah mulai menurunnya kelas menengah di Indonesia dan PHK yang terjadi di mana-mana, lebih dari 50% karyawan di Indonesia masih mengharapkan kenaikan gaji lebih dari 10%.
Hal ini diketahui dari survei gaji Indonesia 2025 yang dilakukan oleh Robert Walters, sebuah penyedia solusi talenta global.
Pada tanggal 30 Januari lalu, Bring In Your Hypes and Headlines menghadiri sesi wawancara langsung bersama Eric Mary, Country Head Robert Walters Indonesia & Vietnam. Berikut petikan wawancaranya:
Baca Juga: Artotel Sanur Mengangkat Kekayaan Budaya Lokal Melalui Kampanye Like a Local
- BIYH: Apa faktor utama yang membuat hampir 40% profesional Indonesia mengharapkan kenaikan gaji lebih dari 10% tahun depan?
Erick Mary: Ada tiga faktor utama. Pertama, ada permintaan yang sangat tinggi akan talenta di Indonesia, sehingga orang sering dihubungi oleh perusahaan-perusahaan untuk menawarkan pekerjaan baru. Kedua, biaya hidup di Indonesia cenderung naik, jadi orang berharap kenaikan gaji mereka setidaknya dapat menjaga daya beli. Ketiga, terkadang orang ingin menunjukkan status mereka, misalnya jika teman atau keluarga mereka mendapatkan kenaikan gaji 10%.
- BIYH Bagaimana perusahaan di Indonesia menghadapi tantangan mempertahankan talenta terbaik menghadapi kenaikan gaji dari perusahaan lain?
Erick Mary: Sebanyak 49% perusahaan mengatakan sulit untuk bersaing dengan kompensasi dan manfaat yang ditawarkan perusahaan lain. Selain itu, perusahaan juga menghadapi tantangan dalam hal menjaga orang-orang mereka karena faktor-faktor seperti kepemimpinan dan stabilitas perusahaan.
Baca Juga: Bermain Game Online di Hotel, Strategi Jitu Untuk Membidik Segmen Pasar Baru Pariwisata
- BIYH: Menurut Anda, apa langkah yang harus diambil perusahaan untuk mengatasi kesenjangan antara kualitas kepemimpinan dan kemampuan menawarkan kompensasi yang lebih menarik?
Erick Mary: Perusahaan harus mencoba mengidentifikasi motivasi orang untuk tetap berada di perusahaan. Selain kompensasi finansial, orang juga mencari hal-hal seperti bekerja di lingkungan yang menginspirasi, dipimpin oleh pemimpin yang menginspirasi, memiliki pemahaman tentang strategi perusahaan, waktu kerja yang fleksibel, serta kesempatan untuk pengembangan diri. Perusahaan juga bisa mempertimbangkan skema bagi hasil jika perusahaan berkinerja baik, agar semua karyawan merasa menjadi bagian dari tim yang sama.
- BIYH: Seberapa besar pengaruh keseimbangan kehidupan kerja dan perhatian terhadap kesehatan mental karyawan dalam konteks kompetisi untuk talenta terbaik?
Erick Mary: Kriteria seperti fleksibilitas pekerjaan menjadi sangat penting, karena orang-orang lebih mencari kebebasan dalam menghasilkan pekerjaan, daripada hanya terpaku pada kerangka waktu kerja yang kaku. Di sisi kesehatan mental dan fisik, ini juga menjadi hal penting di masa depan, karena orang-orang menyadari pentingnya menjaga diri sendiri, keluarga, dan teman-teman. Jadi, apa pun yang dapat dilakukan perusahaan terkait topik-topik ini dapat menjadi hal-hal kecil yang membuat perbedaan yang signifikan.
Baca Juga: Tebing Uluwatu: Romansa Matahari Terbenam di Ujung Barat Daya
- BIYH: Bagaimana perusahaan dapat mengadopsi strategi untuk mempertahankan talenta potensial, dengan 50% profesional Indonesia diperkirakan mencari peluang baru tahun ini?
Erick Mary: Sebenarnya, 50% itu tidak terlalu besar jika dilihat dari perspektif bahwa orang-orang ini terbuka terhadap peluang baru jika mereka menemukan yang lebih baik dari yang sekarang. Perusahaan dapat mengambil langkah-langkah seperti memberikan kepastian stabilitas keuangan dan pengembangan perusahaan yang baik, agar membuat karyawan merasa aman dan nyaman untuk tetap berada di perusahaan.
- BIYH: Dari survei tampak bahwa pekerja berfokus tidak hanya pada gaji, tapi juga pada manfaat seperti bonus, asuransi kesehatan, dan waktu kerja yang fleksibel. Apa alasan utamanya?
Erick Mary: Gaji memang penting, tapi jika terbatas, pekerja ingin ikut berpartisipasi dalam sistem yang dapat memberikan manfaat jika perusahaan berhasil. Asuransi kesehatan juga menjadi topik penting karena biaya terkait kesehatan yang cukup tinggi. Sementara waktu kerja yang fleksibel memungkinkan pekerja untuk menyesuaikan diri, terutama bagi mereka yang memiliki tanggung jawab keluarga.
Baca Juga: Strategi UMKM Ubud dalam Membangun Bisnis Lukisan dan Patung
- BIYH: Apakah Anda melihat ada perubahan dalam kondisi profesional Indonesia terkait pekerjaan dan gaji dibandingkan tahun sebelumnya?
Erick Mary: Ya, ada beberapa tren yang muncul. Pertama, permintaan pekerja untuk mendapatkan kompensasi yang baik masih tinggi, namun hal yang lebih penting sekarang adalah fokus pada hasil pekerjaan, bukan kelas pekerjaan. Kedua, pekerja juga semakin memperhatikan keamanan pekerjaan dan stabilitas perusahaan, karena manfaat utama yang mereka cari adalah kepastian pekerjaan di masa depan.
Artikel Terkait
Banjir Jakarta Ketika Gaya Hidup Urban Terendam Air
Menguak Pesona Shio Ular Kayu di Imlek 2025: Kebijaksanaan, Pantangan, dan Tradisi yang Memikat