Bali In Your Hands - Industri musik Indonesia kembali diwarnai perdebatan terkait hak cipta dan sistem distribusi royalti lagu. Ahmad Dhani dan Ariel NOAH, dua musisi ternama Tanah Air, memiliki pandangan berbeda mengenai sistem yang ideal bagi pencipta lagu.
Persoalan ini semakin mencuat setelah kemenangan gugatan Ari Bias terhadap Agnez Mo yang dinilai sebagai momentum penting dalam perlindungan hak cipta musik.
Perdebatan ini bermula dari perbedaan pendapat terkait metode direct license yang menurut Ahmad Dhani lebih menguntungkan pencipta lagu. Ariel NOAH yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Vibrasi Suara Indonesia (VISI) tetap mendukung Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) sebagai sistem yang dianggap lebih adil dalam distribusi royalti meskipun masih membutuhkan perbaikan.
Baca Juga: Warteg Italia: Tempatnya Menikmati Kelezatan Italia yang Otentik dan Terjangkau!
Ahmad Dhani menyatakan bahwa sistem LMK yang berlaku saat ini masih memiliki banyak kekurangan. Menurutnya, pencipta lagu seharusnya memiliki kendali penuh atas izin penggunaan karya mereka tanpa melalui perantara. Sistem direct license, yang memungkinkan pencipta lagu memberikan izin langsung kepada penyanyi atau pihak lain, dinilai lebih transparan dan menguntungkan.
"Sepuluh tahun komposer 'terlantar' tidak mendapatkan hak ekonominya. FESMI dan PAPPRI tidak peduli. Untung Hakim Pengadilan Niaga yang peduli," tulis Ahmad Dhani dalam unggahannya di media sosial pada Senin, 24 Maret 2025.
Pandangan Ahmad Dhani ini bertentangan dengan Ariel NOAH, yang menilai bahwa LMK masih merupakan sistem terbaik dalam distribusi royalti bagi musisi Indonesia. Ariel beranggapan bahwa sistem ini masih bisa diperbaiki agar lebih transparan dan adil bagi semua pihak.
Baca Juga: Warteg Italia: Tempatnya Menikmati Kelezatan Italia yang Otentik dan Terjangkau!
Pernyataan Ariel tersebut mendapat tanggapan tajam dari Ahmad Dhani. Ia menilai Ariel hanya berpihak pada kepentingannya sebagai penyanyi tanpa mempertimbangkan hak ekonomi para pencipta lagu. Dhani menyebut bahwa Ariel hanya memikirkan dirinya sendiri dan tidak memikirkan kesejahteraan musisi lain.
"Ariel itu artinya dia hanya memikirkan diri sendiri. Dia memang tidak tercipta memikirkan orang lain," ujar Ahmad Dhani dalam pernyataannya pada Sabtu, 22 Maret 2025.
Perseteruan ini semakin panas setelah Ahmad Dhani mengunggah sindiran di media sosial. Ia menyamakan penyanyi yang membawakan lagu tanpa izin penciptanya dengan tindakan mencuri.
"Ya Tuhan, sulit sekali menjelaskan kepada penyanyi bahwa nyanyi lagu komposer tanpa izin itu sama saja nyolong, ngembat, nimpe, nyuri, dsb," tulisnya di Instagram.