national-news

SBY Bongkar Presiden Prabowo Sedang Jalankan Misi 'Dual Track Strategy' untuk Hadapi Tarif Baru Impor AS: Kita Sudah Banyak Pengalaman

Rabu, 9 April 2025 | 17:00 WIB
Mantan Presiden SBY mendukung strategi Presiden Prabowo mengatasi Tarif Trump (Instagram/PresidenYudhoyonoAlbum)

Baliinyourhands.comPresiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti strategi Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto untuk menghadapi tarif baru impor yang diterapkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. 

SBY menilai langkah Prabowo sudah tepat, seraya menyebut pemilihan langkah negosiasi ketimbang retaliasi atau tindakan balasan.

"Kebijakan dan langkah-langkah yang dijalankan oleh pemerintah menghadapi 32 persen tarif yang dikenakan oleh Presiden AS Donald Trump, saya nilai baik dan tepat," ungkap SBY melalui akun Twitter resminya @SBYudhoyono, pada Selasa, 8 April 2025.

Baca Juga: Pantai Kelan; Menikmati Senja Sambil Menonton Pesawat Terbang

"(Prabowo) lebih memilih negosiasi daripada retaliasi (tindakan balasan)," sambungnya.

Terkhusus, SBY membongkar Prabowo sedang menjalankan strategi 'dual track strategy'.

Presiden RI ke-6 itu menerangkan, pemerintah Indonesia memilih melakukan komunikasi dengan para pemimpin ASEAN dan mengirimkan tim negosiasi ke Washington DC, Amerika Serikat. 

Di sisi lain, SBY menilai ekonomi ASEAN merupakan sandaran dan pasar bersama.

Baca Juga: Menjual Produk Digital: Cara Cerdas Membangun Bisnis di Era Serba Online

"Ingat, bukan hanya ASEAN telah menjadi 'economic community', tetapi di tengah tantangan berat untuk menembus pasar di banyak negara," tuturnya.

SBY juga menilai perlunya melakukan otoritas moneter dengan otoritas fiskal untuk menjaga dan mengamankan nilai tukar rupiah serta saham-saham di Indonesia. 

Oleh sebab itu, SBY mengatakan jika hal itu hanya diserahkan ke mekanisme pasar, maka nilai saham dan rupiah bisa diganjar secara berlebihan.

"Di tengah gonjang ganjing pasar saham dan mata uang, bisa jadi nilai saham dan rupiah kita diganjar secara berlebihan, sehingga menembus batas toleransi psikologis," terang SBY. 

"Kita punya banyak pengalaman tentang hal ini di masa lalu," tandasnya.

Tags

Terkini