national-news

Bocoran dari AHY soal Nasib Proyek Whoosh Rute Surabaya di Tengah Isu Utang yang Memanas

Kamis, 23 Oktober 2025 | 16:14 WIB
Menko IPK, Agus Harimurti Yudhoyono, membeberkan soal proyek Whoosh rute Surabaya (Instagram/AgusYudhoyono)

Baliinyourhands.comKereta Cepat Indonesia-China (KCIC) yang melayani rute Jakarta-Bandung, direncanakan akan memiliki rute hingga ke Surabaya.

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) memberi beban utang pada negara sebesar Rp116 triliun, masihmungkinkah untuk rute Surabaya direalisasikan 

Mengenai rencana membuka rute hingga surabaya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa ada sejumlah hal yang jadi pertimbangan ketika proyek tersebut direalisasikan, termasuk soal utang.

Baca Juga: Tips Membeli Ikan dan Seafood Segar di Pasar Kedonganan, Bali

Rute ke Surabaya Membuka Konektivitas 

AHY tak menampik jika realisasi rencana Whoosh ke Surabaya dan permasalahan utang adalah sebuah pilihan yang perlu pendekatan khusus.

“Di satu sisi kita ingin konektivitas secara signifikan, karena bisa dibayangkan kalau Jakarta-Surabaya bisa ditempuh 3 jam saja, maka signifikan dari sisi travel time, waktu tempuh,” ujar AHY kepada awak media di kantor Kemenko IPK, Jakarta Pusat pada Selasa, 21 Oktober 2025.

“Saya membayangkan kalau masih kuliah di Surabaya, bisa setiap hari pulang pergi 3 jam sambil ngerjain paper atau ngerjain tugas atau bisa meeting terus balik lagi,” imbuhnya.

Baca Juga: 7 Tempat Menikmati Sunset Terbaik di Bali yang Wajib Kamu Kunjungi

Keterbatasan Anggaran Jadi Pertimbangan

Perhitungan anggaran yang harus dikeluarkan juga menjadi perhatian karena dengan terbukanya jalur baru tentu akan berdampak pada wilayah yang dilewati.

“Kalau kita fokus ke sana saja (rute Surabaya), tentu seperti tidak sensitif terhadap kebutuhan pemerataan pembangunan wilayah,” ucap AHY.

“Kita tidak bisa hanya fokus pada satu hal, tapi kita juga selalu dihadapkan pada keterbatasan anggaran, tanpa harus mengesampingkan pemerataan, kita harus hitung dengan baik,” jelasnya.

Harus Ada Benefit untuk Kawasan yang Dilewati

Halaman:

Tags

Terkini