national-news

Saat Gaya Ceplas-ceplos Menkeu Purbaya Pikat Publik, Dinilai Bikin 'Baku Tikam' Pejabat Lain

Selasa, 28 Oktober 2025 | 14:18 WIB
Menyoroti gaya komunikasi Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa yang kini dinilai meningkatkan kepercayaan publik (Instagram/Purbayudhi_Official)

Baliinyourhands.comMenteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa kembali menjadi sorotan publik usai pernyataannya yang ceplas-ceplos terhadap sejumlah isu kebijakan dianggap terlalu berani dan berpotensi memicu gesekan di kalangan pejabat Istana RI. 

Kendati demikian, di balik gaya komunikasinya yang kerap disebut “koboy”, Purbaya menegaskan semua yang ia sampaikan memiliki dasar data dan hasil survei yang jelas.

Hal itu disampaikannya sekaligus menjawab kritik mantan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Hasan Nasbi yang sempat menilai cara bicaranya bisa melemahkan soliditas pemerintahan. 

Baca Juga: Cara Memulai Usaha dengan Sistem PO: Strategi Minim Modal tapi Penuh Tantangan

Purbaya menilai, setiap ucapan dan kebijakan yang diambilnya selalu diukur dampaknya terhadap tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Saya selalu pakai survei ke masyarakat apakah saya mengurangi kepercayaan masyarakat ke pemerintah apa tidak?" kata Purbaya kepada awak media di Menara Bank Mega, Jakarta, Senin, 27 Oktober 2025.

"Kalau dari angka terakhir ini, baru keluar angka survei bulan Oktober yang dilakukan oleh LPS,” imbuhnya.

Lantas, bagaimana poin-poin penting terkait gaya komunikasi Menkeu Purbaya yang kerap dianggap seperti koboy itu berhubungan dengan tingkat kepercayaan publik? Berikut ulasannya.

Baca Juga: 5 Cara Menambah Modal Usaha untuk Ekspansi dan Peningkatan Kapasitas Bisnis

Kebijakan Tegas, Gaya Ceplas-Ceplos

Purbaya menjelaskan, hasil survei terbaru menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah masih stabil.

Bahkan cenderung meningkat setelah sempat turun di pertengahan tahun akibat maraknya aksi demonstrasi pada akhir Agustus 2025 lalu. 

Menkeu RI itu lantas menyoroti gaya komunikasi dirinya yang terkesan ceplas-ceplos. Purbaya menyebut, keputusan pemerintah yang tegas justru berhasil mengembalikan sentimen positif publik terhadap kinerja ekonomi nasional.

“Ini kemarin waktu bulan Juli, Agustus, September turun terus terjadi banyaknya demo. Tapi kita lakukan kebijakan yang mungkin untuk bagian kalangan agak drastis agak ceplas-ceplos," terang Purbaya.

Halaman:

Tags

Terkini