national-news

Blackpink: Konser 'Deadline' Jakarta Hari Pertama Tetap Panas dan Enerjik Walaupun Sempat Diguyur Hujan

Minggu, 2 November 2025 | 13:33 WIB
Konser Blackpink 'Deadline' Mengguncang Jakarta (Photo/Youtube)

Baliinyourhands - Hujan yang sempat mengguyur Jakarta pada Sabtu malam, 1 November 2025, tidak mampu memadamkan semangat ribuan penggemar Blackpink yang memadati Stadion Madya Gelora Bung Karno.

Konser bertajuk “Deadline” itu menjadi salah satu momen paling dinanti oleh Blink—sebutan untuk penggemar setia grup asal Korea Selatan tersebut—setelah dua tahun tidak tampil di Indonesia.

Sejak sore hari, antrean panjang sudah terlihat di sekitar area stadion. Meski langit Jakarta tampak kelabu, para penggemar tetap setia mengenakan atribut khas seperti lightstick berbentuk palu merah muda dan jaket hitam dengan logo Blackpink. 

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Ubud Bali dan Perkembangannya hingga Menjadi Pusat Seni Dunia

Pembuka yang Membakar Malam Jakarta

Konser dibuka dengan dentuman beat elektronik dan sorakan ribuan penonton saat layar raksasa menampilkan tulisan Blackpink in Your Area. Tidak butuh waktu lama, empat personel—Jisoo, Jennie, Rosé, dan Lisa—muncul dengan koreografi tajam dalam balutan kostum girdle-style berwarna hitam dan merah yang memancarkan kesan sensual dan berani.

Penampilan mereka mengingatkan pada estetika glamor rumah bordil era retro, namun dikemas dengan cita rasa fesyen haute couture khas panggung K-pop.

Lagu pembuka “Kill This Love” langsung membuat stadion bergemuruh. Hujan yang sempat mengguyur malah menambah efek dramatis, membuat lampu-lampu panggung memantul di genangan air dan menciptakan suasana visual yang magis. 

Baca Juga: Amanda Katili: Suara Timur dan Aksi Iklim di Ubud Writers & Readers Festival 2025

Koreografi Panas dan Setlist Memukau

Sepanjang dua jam penampilan, Blackpink menampilkan perpaduan lagu-lagu hits lama dan single baru dari album Deadline. Lagu seperti “How You Like That,” “Tally,” dan “Kill This Love” tetap menjadi magnet utama, sementara debut live untuk lagu “Deadline” membuat penonton ikut bernyanyi meski baru pertama kali mendengar.

Lisa tampil menonjol dengan solo rap memukau, sementara Rosé memanjakan telinga dengan vokal emosional di lagu “On The Ground.” Jennie menampilkan versi remix “Solo” dengan sentuhan elektronik, dan Jisoo memamerkan sisi glamornya dalam balada “Flow.” Empat perempuan itu membuktikan bahwa mereka bukan sekadar idola, tapi performer sejati yang bisa mengendalikan ribuan orang meski dalam kondisi ekstrem.

Fashion Statement dan Energi Tanpa Batas

Penampilan mereka malam itu juga menjadi sorotan dunia fesyen. Kostum girdle modern rancangan tim stylists YG Entertainment dianggap sebagai simbol kebebasan ekspresi dan keberanian perempuan di atas panggung. Gaya tersebut memadukan unsur vintage dan punk dalam satu tampilan yang menggoda namun tetap artistik.

Meski tubuh mereka basah kuyup, Blackpink justru semakin energik. “Rain or shine, we’re here for you, Jakarta!” teriak Lisa disambut histeria penonton. Kalimat itu menjadi simbol malam penuh kenangan, ketika empat bintang internasional dan ribuan penggemar berbagi energi di bawah hujan tropis.

Konser yang Menggetarkan

Bagi Blink Indonesia, malam itu bukan sekadar konser, melainkan perayaan cinta yang tak lekang oleh cuaca. Blackpink kembali membuktikan bahwa mereka bukan hanya fenomena global—mereka adalah ikon yang selalu tahu cara menyalakan api di hati penggemarnya, bahkan di bawah hujan deras Jakarta.

Tags

Terkini