Bali In Your Hands - Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti kasus yang menimpa seorang videografer asal Sumatera Utara (Sumut), Amsal Christy Sitepu.
Sebelumnya, Amsal didakwa melakukan mark up atau penggelembungan harga dalam anggaran pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo, Sumut.
Selaku Direktur CV Promiseland, Amsal disebut telah mengajukan proposal senilai Rp30 juta per desa ke sekitar 20 desa.
Baca Juga: 6 Kafe Eksklusif Di Nusa Dua Bali Tempat Favorit Selebriti Untuk Bersantai Dan Menikmati Suasana
Sementara itu, sementara hasil audit menilai biaya yang seharusnya hanya sekitar Rp24,1 juta per proyek.
Hal tersebut, kini menuai sorotan sebagian kalangan di dunia kreatif, salah satunya datang dari pengisi suara kenamaan, Bimo Kusumo alias Bimoky.
Terlihat dalam unggahan Instagram pribadinya @bimoky, pada Selasa, 31 Maret 2026, Bimo menuturkan dunia pekerjaan dalam industri kreatif itu tidak gratis.
Baca Juga: Rekomendasi 3 Tempat Glamping di Bali untuk Pengalaman Liburan yang Berbeda
"Kreatif itu bukan gratis, tapi ternyata bisa dipenjara karenanya," tulisnya.
Lantas, apa saja poin-poin penuturan dari Bimo terkait hal itu? Berikut ini ulasan selengkapnya.
Soroti RAB soal Ide-Editing
Dalam pernyataannya, Bimo menilai publik perlu memahami duduk perkara yang menjerat Amsal Sitepu.
Baca Juga: Villa dan Sampah Jadi Faktor Pemicu Banjir Maut yang Melanda Pulau Bali