• Sabtu, 18 April 2026

Soroti Fenomena ‘Kabur Aja Dulu’ Jadi Komparasi Sosial, Peneliti Anak Muda Tanah Air Ini Sebut Ada FOBO yang Selimuti Pola Pikir Gen Z

Photo Author
Myrna Soeryo, BaliInYourHands.com
- Sabtu, 22 Februari 2025 | 20:00 WIB
Fenomena Kabur Aja Dulu Menunjukkan Kekecewaan Gen Z (pexels/alexp)
Fenomena Kabur Aja Dulu Menunjukkan Kekecewaan Gen Z (pexels/alexp)

 

Pola Pikir Gen Z yang Dibayangi FOBO 

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Faisal menyebut salah satu fenomena yang turut mempengaruhi pola pikir generasi muda adalah Fear of Better Option (FOBO).

Peneliti perilaku generasi muda di Indonesia itu menjelaskan, Gen Z selalu merasa ada pilihan yang lebih baik sehingga sulit untuk berkomitmen terhadap sesuatu.

Fenomena ini semakin diperkuat oleh media sosial yang memungkinkan adanya komparasi sosial yang berlebihan. 

Baca Juga: 7 Jenis Hook untuk Menarik Perhatian Audiensmu

"Ada fase berikutnya, Fear of Better Option atau FOBO. Saya rasa, ini isunya tadi kan, 'Kabur Aja Dulu'. Karena sosial media membuat komparasi sosial," tutur Dr. Faisal.

Dalam menghadapi tantangan ini, Dr. Faisal menekankan pentingnya merasa cukup dengan apa yang dimiliki agar tidak terus-menerus terjebak dalam komparasi sosial yang tidak sehat.  

"Jadi perasaan cukup itu jadi perasaan yang dibutuhkan kembali. Jadi gak terus menerus komparasi, itu yang pada akhirnya FOBO, menjadi kegelisahan anak sekarang," tambahnya.

Berkaca dari hal itu, Helmy kemudian bertanya terkait solusi dari sang peneliti Tanah Air itu agar generasi muda di Indonesia dapat berkembang dan beradaptasi dengan situasi 'Kabur Aja Dulu' yang ingar di medsos.

Baca Juga: 10 Makanan Pembuka atau Takjil Paling Populer di Indonesia dan Sejarahnya

Dr. Faisal ke Generasi Muda Tanah Air: Tingkatkan Literasi!

Menjawab terkait fenomena 'Kabur Aja Dulu', Dr. Faisal memberikan pandangan generasi muda perlu melihat kembali sejarah perjuangan pemuda Indonesia. 

Hal itu dapat dilakukan generasi muda Indonesia dengan meningkatkan literasi dan berdiskusi satu sama lain agar dapat meyakini Tanah Air mereka sebagai bangsa yang besar.

"Nasihat saya adalah berkaca pada generasi-generasi muda Indonesia. Jadi kalau dulu Indonesia lahir dari anak-anak muda yang masih usia belasan, dua puluhan dengan segala keterbatasan," tutur Dr. Faisal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Myrna Soeryo

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X