Baliinyourhands - Keindahan alam Indonesia seakan tidak ada habisnya untuk dijelajahi, terutama ketika berbicara tentang destinasi ekowisata. Dalam salah satu episode Reflections with Amanda di kanal YouTube Amanda Katili TV, pegiat harmoni bumi Amanda Katili berbincang dengan Anjani Mutter, pendiri platform dan komunitas Kembali Berwisata, yang selama ini dikenal sebagai suara penting dalam kampanye pariwisata berkesadaran. D
alam percakapan hangat tersebut, Anjani membagikan tiga destinasi ekowisata yang menurutnya wajib dikunjungi para pencinta alam: Pulau Weh, Kepulauan Togean, dan Wakatobi.
Pulau Weh: Surga Mini di Ujung Barat Indonesia
Pulau Weh yang berada di Aceh terkenal dengan lautnya yang sebening kaca dan biota laut yang sangat terjaga. Bagi Anjani, destinasi ini adalah contoh nyata harmoni antara wisata, masyarakat lokal, dan konservasi. Ia menekankan bagaimana pengelolaan setempat menjaga keseimbangan ekologi tanpa mengorbankan pengalaman wisatawan.
Baca Juga: 5 Prinsip Ekowisata dan Sertifikasi Resmi yang Wajib Diketahui Pelaku Usaha
“Pulau Weh adalah tempat yang mengingatkan kita bahwa Indonesia bisa menjadi contoh global dalam menjaga laut,” ungkap Anjani kepada Amanda. Para wisatawan dapat menikmati snorkeling di Iboih, menyelam bersama hiu di Batee Tokong, hingga sekadar menikmati senja dari Kilometer Nol Indonesia.
Keindahan alamnya berpadu dengan keramahan masyarakatnya, menjadikan Pulau Weh sebagai destinasi healing yang penuh ketenangan.
Kepulauan Togean: Rumah Terumbu Karang yang Menakjubkan
Beranjak ke Sulawesi Tengah, Kepulauan Togean merupakan destinasi yang masih terasa sangat perawan. Togean menawarkan dunia bawah laut yang begitu kaya—rumah bagi terumbu karang sehat, pantai pasir putih, dan danau ubur-ubur tanpa sengat. Bagi Anjani, Togean memiliki daya tarik unik karena kesederhanaan dan ketenangannya, jauh dari hiruk-pikuk wisata massal.
Baca Juga: Cara Menjaga Semangat dan Produktivitas Karyawan di Hari Senin yang Terbukti Efektif
Ia menggambarkan Togean sebagai “tempat di mana waktu berjalan lebih lambat,” sebuah pengalaman yang sangat dibutuhkan wisatawan yang ingin kembali menyatu dengan alam. Di sana, para pengunjung dapat menikmati keterlibatan langsung dengan komunitas lokal, yang sebagian besar masih hidup dengan kearifan tradisional yang berpihak pada kelestarian alam.
Wakatobi: Mutiara Karang Dunia
Rekomendasi ketiga Anjani adalah Wakatobi, sebuah destinasi yang sudah dikenal dunia sebagai surga menyelam. Ditetapkan sebagai Taman Nasional sejak 1996, Wakatobi memiliki 750 spesies karang dari total 850 spesies karang dunia. Dengan kata lain, Wakatobi adalah salah satu pusat biodiversitas laut planet bumi.
Anjani menekankan bahwa Wakatobi bukan hanya indah, tetapi juga merupakan contoh sukses kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pegiat konservasi. Model pengelolaan kawasan ini sering dijadikan rujukan internasional.
Wisatawan yang datang dapat menyelam di Onemohute, menjelajahi kehidupan bawah laut yang penuh warna, atau belajar langsung mengenai praktik konservasi laut dari komunitas lokal.
Wisata Berkesadaran sebagai Masa Depan
Melalui rekomendasi tiga destinasi tersebut, Anjani Mutter dan Kembali Berwisata ingin mengajak lebih banyak orang untuk travel with purpose.
Bagi Anjani, ekowisata bukan hanya tentang menikmati keindahan alam, tetapi tentang memahami hubungan manusia dengan bumi. Dalam dialognya dengan Amanda Katili, ia menegaskan pentingnya berwisata secara bertanggung jawab—mulai dari memilih operator lokal, membawa pulang sampah sendiri, hingga menghargai budaya setempat.