• Sabtu, 18 April 2026

Mengungkap Proses Konklaf: Tradisi Tertutup Pemilihan Paus yang Sarat Sejarah dan Misteri

Photo Author
Myrna Soeryo, BaliInYourHands.com
- Selasa, 22 April 2025 | 16:30 WIB
Proses Konklaf tradisi sejak tahun 1274 untuk memilih Paus baru (pexels/jvgardens)
Proses Konklaf tradisi sejak tahun 1274 untuk memilih Paus baru (pexels/jvgardens)

Paus yang terpilih akan muncul di balkon Basilika Santo Petrus, memperkenalkan dirinya kepada dunia dengan kata-kata: Habemus Papam!—"Kita punya Paus!" Dari momen itu, dunia menyambut pemimpin spiritual baru bagi lebih dari 1,3 miliar umat Katolik.

Mengapa Konklaf Tetap Relevan?

Di era digital yang serba transparan, konklaf tetap mempertahankan sifat tertutup dan tradisionalnya. Justru di situlah letak kekuatannya. Ia menjadi simbol bahwa dalam dunia yang serba cepat, masih ada ruang bagi refleksi mendalam, doa, dan pengambilan keputusan dengan keheningan yang khusyuk.

Dalam dunia yang haus akan pemimpin yang penuh integritas dan spiritualitas, konklaf adalah pengingat bahwa kadang, untuk menemukan jawaban besar, kita perlu mengunci diri dari kebisingan luar dan mendengarkan suara hati—atau bagi para kardinal, suara Ilahi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Myrna Soeryo

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X